Tumpengan HUT Ke 17 Shoheikan Aikikai

Penyerahan tumpeng dari Kancho Agus Hermawan (kiri) kepada Dojo Cho Shoheikan Janti Museno (istimewa)

SLEMAN (KRjogja.com) - Pengurus bersama anggota Aikido 'Shoheikan Aikikai' Janti memperingati HUT Ke 17 di tempat berlatih (Dojo) Jalan Solo KM 6,8 (timur Babarsari Junction) belum lama ini. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Kancho Agus Hermawan (Dan Tiga).

Kancho Agus Hermawan mengibaratkan Dojo seperti remaja yang sudah waktunya mengenal sekaligus menjelajahi banyak hal positif. Selain itu, meminta para anggota yang memegang sabuk hitam memiliki kelas sendiri baik di Dojo Janti ataupun di luar.

"Tujuannya bersama-sama mengenalkan dan mengembangkan Aikido di masyarakat. Sebagai Dojo permanen pertama kali di Indonesia (berdiri 14 Desember 1999), Shoheikan Aikikai turut serta dalam membangun karakter anak melalui program aikido kids yang mengajarkan tentang etika,kepercayaan diri, rileks sampai koordinasi tubuh," ungkap Kancho Hermawan.

Kancho Hermawan meminta maaf lantaran Satoru Shigekoshi (Dan 6) tidak bisa hadir akibat kesibukan di Jepang. Satoru sendiri merupakan guru yang dikirimkan langsung Suzuki Sensei (Dan Tujuh) guna mengajarkan ilmu beladiri dari Jepang yang unik, baik secara gerakan maupun filosofinya.  Sedangkan Aikido pertama kali sampai ke Yogyakarta berkat jasa Laddy Lesmana sebagai penanggung jawab pendidikan di lembaga Indonesia prancis Yogyakarta. 

"Saat ini jumlah anggota lebih dari 700 orang dengan peringkat sabuk hitam ada 19 orang. Anggota aktif berlatih setiap hari Senin Selasa dan Rabu. Untuk kelas anak anak setiap hari Sabtu." (*) 

Tulis Komentar Anda