Usai Perayaan Tahun Baru 2017 Sisi Utara Malioboro Bersih, Ada Apa?

Komunitas Jogja Garuk Sampah membersihkan Jalan Malioboro usai perayaan tahun baru. (Foto : Satriyo Wicaksono)

YOGYA (KRjogja.com) – Perayaan tahun baru biasanya bakal menyisakan sampah yang sangat banyak. Namun, pemandangan tampak berbeda di area Malioboro sisi utara. Sebagai salah satu titik keramaian, kawasan tersebut bersih dari sampah.

Ternyata, sampah-sampah yang berserakan di lingkungan tersebut telah dibersihkan oleh 42 orang yang tergabung dalam gerakan Jogja Garuk Sampah.

Menurut koordinator Jogja Garuk Sampah, Bekti Maulana (19), kegiatan ini merupakan sebuah aksi kebersihan untuk merawat kota sekaligus meringankan beban petugas kebersihan. “Aksi kali ini sebenarnya mendadak, saya kasih informasi ke semua grup yang ada di saya dan itu hanya dalam waktu 2 atau 3 hari,” ujarnya kepada krjogja.com, Minggu (1/1/2017) dinihari.

Bekti pun menuturkan alasannya membersihkan sampah pada dini hari. Menurutnya, ketika gerakan Jogja Garuk Sampah akan membersihkan sampah pada pagi hari, tentunya sudah ada petugas kebersihan yang memiliki tugas dan kewajban untuk membersihkannya.

Hingga akhirnya, gerakan tersebut memilih membersihkan sampah mulai pukul 22.00 hingga secapeknya peserta. “Kita hanya meringankan petugas kebersihan, kita engak mau mengambil tugas –tugas mereka. Kalau pagi udah ada mereka, kita jangan mencampuri,” ungkapnya ketika ditemui KR sekira pukul 02.00 WIB pada Minggu (1/1/2017)

Ketika kegiatan berlangsung, tidak sedikit pengunjung yang kemudian mengambil sampah di sekitarnya. Meskipun begitu, masih terdapat beberapa wisatawan ‘ngeyel’ ketika diberi pengertian. “Wisatawan support sih, bantu masukin sampah yang ada di kanan kirinya, tapi juga ada yang ngeyel,” imbuhnya.

Selain karena sampah yang sangat banyak, Bekti pun menuturkan alasan lain gerakan Jogja Garuk Sampah memilih seputaran Maliboro. Menurutnya, hal tersebut didasari atas kekhawatiran pada fasilitas-fasilitas baru. Banyaknya pengunjung yang bertangan jahil dapat mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan.

“Fasilitas banyak baru, teman-teman takut fasilitas baru ini bakal rusak oleh tangan tangan jahil wisatawan,” katanya. (Mg-10)

 

Tulis Komentar Anda