10 Buku Pilihan Klub Baca yang Paling Telotet di 2016 (2)

Mandasia

6. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi

Ini adalah novel paling segar sepanjang 2016. Yusi Avianto Pareanom memang lebih dikenal sebagai cerpenis, dan beberapa kali melakukan penerjemahan. Kehadiran novel pertamanya ini jelas menggebrak penikmat buku.

Tetapi kejutan ini tidak mengecewakan. Bahkan buku ini mampu meraih penghargaan tertinggi Kusala Sastra Khatulistiwa 2016. Novel ini memang menghadirkan kembali sesuatu yang dahulu dekat dengan kita, namun belakangan raib ditelan dunia urban. Kita dahulu sangat akrab dengan nama-nama seperti SH Mintarja, Ko Ping Ho, dengan cerita-cerita silat. Raden Mandasia ini membawa aroma yang demikian. Silat yang segar dengan gaya penulisan mengalir dan seru. Yusi hadir sebagai pendongeng yang tak biasa saja.

7. Supernova: Intelegensia Embun Pagi
Serial ini adalah satu-satunya serial novel yang paling banyak dari jumlah seri dan paling panjang masanya. Dua hal ini saja sudah cukup mencengangkan kita. Konsistensi dan kekuatan Dee membuat cerita kompak dari awal sampai seri terakhir ini sesuatu yang luar biasa. Dan lebih menakjubkan lagi, ialah bagaimana setiap seri hadir bukan sekadar batu pijakan untuk menuju puncak. Tetapi hadir sebagai batu bata-batu bata yang menyokong dunia Supernova.

Dari buku Supernova ini juga kita bisa melihat bahwa minat baca kita tak jelek-jelek amat. Buku setebal ini, tetap laris manis, dengan konten yang tidak bisa dianggap biasa-biasa saja.

8. The Architecture of Love
Ini adalah fenomena baru dalam penulisan novel. Ika Natassa bertindak tidak sekadar ‘tuhan’ dalam penciptaan. Ika Natassa melibatkan pembaca dengan memanfaatkan pollstory di twitter. Sebuah gebrakan yang baru. Novel dengan genre urban yang satu ini akhirnya hadir tidak hanya sebagai karya Ika Natassa semata, melainkan terdapat pula peran pembaca. Maka tak ayal bila buku ini hadir begitu mega-bestseller di tahun ini.

Ika Natassa harus diakui sebagai penulis yang mampu menempatkan dirinya sebagai tokoh urban sebagaimana tokoh-tokoh dalam novelnya. Branding penulis yang begitu kuat, sehingga tokoh-tokoh dalam novel Ika hadir seolah hidup dari lingkungan Ika sendiri.

9. The Book of Forbidden Feelings
Buku ini mengingatkan kita bahwa membuat buku itu tidak sesusah yang kita bayangkan. Lala Bohang yang mahir membuat gambar hitam-putih memadukan gambar karyanya dan tulisan-tulisan dalam bahasa Inggris yang bernuansa gloomy.

Kesan bahwa buku ini hadir handmade dari Lala Bohang yang kemudian dipadukan dengan tulisan penuh perasaan dari Lala Bohang membuatnya menjadi tren baru dalam perbukuan. Buatlah buku sesuai dengan apa saja kekuatan yang kita punyai.

10. Tidak Ada New York Hari Ini
Saya bisa bertaruh, kalau tidak ada buku puisi ini, buku-buku puisi tidak akan banyak hadir semasif sekarang. Buku ini memang sebuah fenomena yang luar biasa. Selain isi memang khas Aan Mansyur, buku ini juga memiliki konsep yang sangat matang. Buku puisi, dilengkapi dengan fotografi, dan kemudian hadir dalam film laris AADC 2.

Konsep super-matang ini benar-benar menghasilkan sebuah gelombang baru, khususnya dalam pernebitan buku puisi. Terima kasih Aan Mansyur, terima kasih Rangga, karena kalianlah kita bisa membaca banyak ragam buku puisi sepanjang tahun 2016 ini.(*)

Tulis Komentar Anda