BTN Incar KPR 43 Ribu Unit

Istimewa

JAKARTA (KRjogja.com) — Dirut PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Maryono mengaku pada tahun 2017 mendapatkan potensi  pengadaan kredit perumahan (KPR) sebanyak 43 Ribu unit. Dengan rincian 23 ribu unit berasal dari  6 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan serta 20 ribu unit tambahan khusus dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Potensi  pengadaan kredit perumahan (KPR) yang bisa digarap tahun depan  sebanyak 43 Ribu unit.  Dengan rincian 23 ribu unit berasal dari  6 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan serta 20 ribu unit tambahan khusus dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Direktur Utama BTN Maryono usai MoU dengan 6 BUMN dan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Kamis (29/12).
 

Adapun ke 6 BUMN yang menjalin sinergi dengan Bank BTN yakni PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (Indonesia Re), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Perum Perumnas (Persero), dan BPJS Ketenagakerjaan. Dari sinergi ini, akan ada puluhan ribu orang yang berpotensi mendapatkan berbagai fasilitas dari BTN. Misalnya kemudahan dalam uang muka KPR, keringanan suku bunga’KPR atau kredit konstruksi serta kemudahan dalam pelayanan persetujuan yang lebih cepat.

"Kemitraan ini dilakukan dalam rangka kerja sama B2B dengan mitra kerja potensial. Hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri BUMN untuk meningkatkan sinergi antar BUMN. Beberapa fasilitas yang bisa diperoleh dari kemitraan ini seperti kredit atau pembiayaan yang menawarkan suku bunga kompetitif, jasa layanan dana, hingga jasa perbankan lainnya oleh BTN," tegasnya.
     
Dalam jangka panjang, kerja sama ini juga bermanfaat bagi peningkatan kredit dan penghimpunan dana perseroan. Ini sejalan dengan strategi kami untuk terus mencatatkan pertumbuhan bisnis yang saat ini masih berada di atas industri perbankan nasional. (Lmg)
 

Tulis Komentar Anda