Daya Beli Masyarakat Tantangan Property 2016

ilustrasi (Okezone.com)

JAKARTA (KRjogja.com) - Sepanjang 2016, pasar properti di Indonesia masih cenderung datar dan bahkan tidak mampu merangkak naik. Hal ini pula diamini oleh salah satu pengembang di Tanah Air yakni PT Ciputra Development Tbk (CTRA). 

Menurut Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Harun Hajadi, lemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor penentu tidak banyaknya perusahaan properti di Indonesia mereguk manisnya dari hasil penjualan properti. 

Tantangan saat ini ya pasar yang belum bagus," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/12/2016). Padahal, lanjut Harun, pemerintah sudah beberapa kali terlihat mengeluarkan kebijakan yang pro akan sektor properti di Tanah Air. Sebut saja misalnya suku bunga KPR yang sudah perlahan turun, Loan to Value (LTV) yang telah kembali diturunkan menjadi 15%, hingga PPh pengalihan atau jual beli tanah dan bangunan hanya sekitar 2,5%. 

"GWM bank diturunkan supaya likuiditas bank aman, aturan rumah indent, apa lagi coba? Pemerintah sudah lakukan semua. Tapi kok biasa-biasa saja (sektor properti). Sudah terbukti semua property company enggak bisa jualan," tuturnya. (*)

Tulis Komentar Anda