Pertunjukan Membaca Dee : Supernova, Bius Penonton Lewat Teatrikal

Pertunjukan 'Membaca Dee : Supernova' acara yang sama akan digelar hari ini. (Foto : Adrian Raditya)

“....Manusia terlahir di dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman dibanding rahim ibu”

Kalimat tersebut terucap dari bibir Zarah, sosok tokoh utama yang perankan aktris panggung dan sinema Annisa Hertami dalam pertunjukan Membaca Dee : Supernova yang berlangsung di IFI-LIP Yogyakarta, Kamis (22/12/2016).

Pertunjukan yang sama akan berlangsung hari ini pukul 19.00 di IFI-LIP Yogyakarta. Dewi Lestari direncanakan akan hadir dan sebelumnya akan datang di meet and greet pukul 15.00 WIB.

Membaca Dee : Supernova sendiri menampilkan pembacaan sastra yang tidak ‘biasa’. Jika biasanya acara membaca sastra terkesan monoton, kali ini dibawakan lebih teatrikal dan santai.

“Membaca sastra yang selama ini dinikmati di ruang sendiri seperti di kamar atau perpustakaan, kini kami coba bawakan ke publik,” ujar Rasyid Ridlo selaku penyelenggara.
Pertunjukan ini disusun berdasarkan perpaduan antara novel pertama dan keempat serial Supernova.

Selain penyajiannya yang dibawa ke arah teatrikal, acara ini juga dihiasi audio visual dan diselingi beberapa pertunjukan lagu ciptaan Irfan R Darajat yang juga berperan sebagai Reuben dalam seri Supernova 1 : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Dimainkan oleh 4 orang pemain dari serial keempat yang berperan sebagai Ayah/Firas, ibu, Hara, dan Zarah serta 2 pemain dari serial pertama yaitu pasangan penulis homoseksual, Dimas dan Reuben.

Para pemain itu mengandalkan dialognya yang terbatas namun mampu membius penonton dengan gerakan-gerakan dramatis, seperti tarian yang dibawakan Zarah, dan properti yang interaktif. Hal ini terlihat saat Zarah, ibu, dan Hara membagikan balon kepada penonton, “apakah kalian punya rasa takut?” ujar Zarah. Hal ini dilanjutkan dengan ajakan untuk memecahkan balon menggunakan jarum sebagai bentuk mengatasi rasa takut.

Pertunjukan ditutup oleh penampilan Irfan R Darajat yang membawakan lagu ciptaannya, setelah berunding dengan penonton perbedaan mengenai lagu cinta yang diciptakan untuk pasangan heteroseksual dan homoseksual. (MG-19)

Tulis Komentar Anda