Museum Mulawarman Simpan Cerita Sejarah Kutai Kartanegara

Museum Mulawarman. (Foto : Febriyanto)

TENGGARONG (KRjogja.com) - Keberadaan Museum Mulawarman awalnya merupakan istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang dibangun pada 1963. Awalnya Museum Mulawarman juga menjadi kediaman Sultan Aji Muhammad Salehuddin II. Namun sejak dibangun Kedaton Kutai, Museum Mulawarman lebih optimal sebagai museum.

"Museum ini masih difungsikan saat Festival Erau di Sungai Mahakam," tutur staf Museum Mulawarman Suhartini disela kunjungan.

Sebagai kerajaan yang berada di tepian Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara mencapai kejayaan dengan pesat. Namun sayang, pamornya meredup dan pudar tahun 1960 hingga akhirnya diserahkan pada pemerintah RI. Museum Mulawarman yang sebelumnya bangunan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ini didirikan pada 1932 oleh Pemerintah Belanda yang kemudian menyerahkan pada Sultan Adji Muhammad Parikesit pada 1935.

Ada cerita menarik tentang Sultan AM Parikesit ini. Diceritakan kelahiran sang Sultan saat berlangsung pentas wayang kulit persembahan Kraton Yogyakarta dengan lakon Parikesit. Selain itu, Sultan Parikseit juga dikisahkan satu sekolah dengan Sri Sultan HB IX. Bersamaan pula keduanya dipanggil pulang dan dinobatkan menjadi sultan di kerajaan masing-masing.

Arsitektur dari museum ini mengadopsi dari arsitektur tradisional Suku Dayak yang ada di Kutai. Banyak tersimpan benda-benda sejarah yang pernah digunakan Kesultanan Kutai seperti Singgasana, Tempat Peraduan, Pakaian Kebesaran, Tombak, Keris, Meriam, Kalung dan Prasasti Yupa serta Koleksi Keramik Cina.  Terdapat pula perangkat gamelan dan wayang kulit dari Yogyakarta. Selain itu terdapat empat makam Sultan Kutai periode akhir di sekitar museum. (R-7)

Tulis Komentar Anda