Kuliner 'Jadul' Selalu Menggoda

Nasi berkat tersaji khas dengan dilengkapi serundeng dan trancam. (Foto: Sulistyanto)

MASAKAN bernuansa jaman dulu (jadul) dengan  nama unik serta mempunyai cita rasa khas dapat ditemukan di berbagai lokasi kuliner. Satu di antaranya nasi berkat yang dapat dimakan di tempat maupun dibungkus untuk dibawa pulang. 

Satu di antaranya dapat ditemukan di lokasi kuliner Nasgor 212 kawasan Jalan Godean Sleman. Meski tak sama persis dengan nasi berkat atau nasi genduren tempo dulu, namun cita rasa nasi serta aneka pendukungnya cukup mewakili kekhasan jenis nasi berkat. 
Adanya perpaduan sayur seperti trancam dan serundeng termasuk yang mampu mewakili kekhasannya. 

Lauk pauk yang bisa dipilih seperti ayam dan bandeng berserundeng. Bahkan konsumen dapat memilih model paket, yaitu Paket nasi berkat (sikat) satu, isinya nasi berkat, trancam,  serundeng, bandeng dan sambal.  Sikat dua, perpaduan nasi berkat, trancam, serundeng, ayam dan sambal. Sedangkan sikat tiga, langsung mendapatkan dua lauk baik ayam maupun bandeng, serundeng, sambal dan trancam.

 
Menurut owner lokasi kuliner setempat, Eko S Putra, ide adanya nasi berkat berasal dari tim menu yang dipimpin Guruh. Lalu terjadi kesepakatan,  apalagi jenis nasi ini sudah jarang dijumpai, karena memang membikin nasi dan ayam/bandeng serundeng agak repot, seiring kecenderungan masyarakat yang ingin serba praktis. Namun pihaknya ingin bisa mensuport kebutuhan untuk merasakan lagi masakan-masakan tradisional atau jadul, sebagian di antaranya mempunyai nama unik, cita rasanya khas serta layak dilestarikan.

"Ini termasuk menu dengan permintaan dari konsumen cukup tinggi. Bahkan sering dipesan seperti untuk acara ulang tahun, syukuran rumah, sunatan dan berbagai acara lain," tandas Eko.

Selain nasi goreng yang menjadi andalan, di lokasi kuliner ini nasi berkat juga banyak dipesan berbagai kalangan. Harganya sama-sama terjangkau termasuk di kantong mahasiswa, sebab paket sikat satu dibanderol cukup Rp 9.000 perporsi. Kekhasan nasi berkat yakni mempunyai cita rasa gurih, sebab dimasak dengan cara diliwet menggunakan santan dan beberapa rempah-rempah asli Indonesia. 

Nasi gurih seperti ini biasa ditemukan di nasi berkat jaman dulu. Selain masakan nasi, aneka minuman juga tampil khas, bahkan ada yang model jamu atau herbal. Contohnya minuman bernama Waringin Sungsang, bahannya ada campuran rempah seperti  kayu secang, akar rumput alang-alang, daun manis jangan dan daun jeruk purut. (Yan)

Tulis Komentar Anda