19 Fotografer Pamerkan Profesi Berisiko Tinggi

Pembukaan pameran 'Profesi Berisiko Tinggi' di Galeri KPY, pameran berlangsung hingga 20 Desember. (Foto : Raditya Nur Ardian Saputra)

YOGYA (KRjogja.com) - Sebanyak 19 fotografer menggelar karya foto yang mengusung tema ‘Profesi yang Berisiko Tinggi’  13-20 Desember 2016. Pameran berlangsung di di Galeri Kelas Pagi Yogyakarta (KPY), Jalan Brigjend Katamso Prawirodirjan GM II / 1226 Yogyakarta.

Pembukaan pameran sendiri berlangsung Senin malam 12 Desember 2016.  Pameran tersebut merupakan tanggung jawab dari siswa KPY khususnya angkatan 6 kelas grafis. Pameran ini lebih mengedepankan bagaimana berkomunikasi dengan subjek dan bagaimana mengangkat resiko subjek tersebut ke dalam sebuah foto.

“Dalam proses pengambilan foto ini tidak hanya sekali dua kali, Mas, Ada yang delapan kali, enam kali, Ada yang beberapa itu riset cuma sekali, karena untuk riset kembali itu tidak memungkinkan,” ujar Ismail selaku ketua pameran. Pameran ini juga merupakan pameran basic yang dimentori oleh Pinto NH selaku pengajar fotografi dasar di KPY

Pameran ini dihadiri oleh Founder KPY Anton Ismael, dosen Fotografi ISI Yogyakarta Prof Drs Suprapto Sujono MFA PhD. dan beberapa orang yang tertarik di bidang fotografi meramaikan acara pembukaan di galeri KPY. Pada tanggal 16 Desember jam 19.00 WIB akan diadakan bedah karya dimana pameris akan mempresentasikan karya mereka.

Menurut Anton Ismael selaku Founder KPY pameran tersebut merupakan sebuah proses bukan hasil final akhir dan proses tersebut lebih penting dari pada hasil akhir dan beliau berharap pada konsistensi para pameris untuk berproses itu selalu ada dan tidak selalu memikirkan hasil akhir.

“Sebuah pameran unjuk rasa karya dari mereka-mereka yang pernah mengambil pelajaran disini pencapaian yang bagus dan perlu diapresisasi juga. Dalam arti bahwa karya-karya mereka tidak kalah dengan yang professional. Untuk itu perlu dilanjutkan usaha-usaha yang baik itu dan perlu ditingkatkan kemampuannya dan juga bagaimana menindaklanjuti apa yang sudah di programkan oleh KPY,” ujar Prof Suprapto Sujono. (Mg-24)

 

Tulis Komentar Anda