Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 09 Desember 2016 / 14:12 WIB

Pasar Eropa Lebih Menyukai Warna Natural

KEBUMEN (KRjogja.com) - Sebagai sentra anyaman pandan, Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kebumen, kini memiliki 4 ribu orang perajin anyaman. Selain memasok barang setengah jadi ke sentra-sentra kerajinan di tanah air seperti Tasikmalaya dan Yogyakarta, perajin anyaman pandan desa ini telah mampu pula melayani permintaan ekspor barang jadi ke sejumlah negara di Asia dan Eropa.

"Permintaan ekspor barang jadi anyaman pandan saat ini tak hanya tas belanja untuk pusat-pusat perbelanjaan di negara-negara maju Asia dan Eropa, namun juga dalam bentuk tas dan dompet untuk acara-acara resmi seperti pesta. Namun berbeda dengan negara Asia seperti Jepang dan Korea yang menyukai anyaman warna-warni, negara Eropa seperti Jerman lebih cenderung memilih warna-warna natural tanpa pewarna," ungkap Kepala Desa Grenggeng, Salim, di ruang kerjanya, Jumat (09/12/2016).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Adapun menurut Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Pandansari Desa Grenggeng, Maryuni, seiring berjalannya waktu ternyata tak hanya tas belanja yang secara fisik terlihat bersahaja saja yang diminta oleh negara pemesan, tas dan dompet untuk aneka perhelatan pesta kini juga menjadi incaran mereka.

"Meskipun untuk keperluan pesta, namun permintaan negara Eropa memang cenderung pada warna natural yang kalem. Selain lebih ramah lingkungan, produk tanpa warna ini biasanya diberi tambahan hiasan sendiri oleh mereka sesuai selera mereka," jelas Maryuni.

Selain memenuhi permintaan ekspor ke negara Asia dan Eropa, perajin anyaman pandan Grenggeng kini juga kerap menerima permintaan barang jadi untuk butik, hotel, pusat perbelanjaan dan toko souvenir di sejumlah kota besar di tanah air.

"Mengingat permintaan barang jadi dari kota-kota besar tersebut menyasar pangsa kelas menengah ke atas, biasanya model barangnya simpel, namun membutuhkan kualitas penggarapan yang baik dan asesoris harus dipilih yang berkelas dan tak terkesan murahan," jelas Maryuni. (Dwi)