Slogan Mahasiswa 'Yang Penting Lulus Dulu' Buat Resah Profesor Danisworo (3)

Tahun 1981 di Pantai Scheveningen, Den Haag, Belanda, sedang praktik pemboran dan sampling di laut dangkal.

LAMA menempuh studi serta lalu lalang mengisi seminar dan riset di luar negeri membuat Prof Danis belajar banyak hal. Mahasiswa disana mempunyai semangat yang luar biasa dalam hal belajar karena mereka sadar bahwa harus lulus sebagai orang yang kompeten sehingga dapat bekerja dengan baik.

Berbeda dengan mahasiswa Indonesia yang punya slogan “yang penting lulus dulu”. Cara berpikir inilah yang meresahkan Prof. Danis. Menurut beliau, pendidikan geologi sekarang telah melenceng. Banyak orang lebih memilih applied science daripada pure science.

“Anak muda sekarang lebih suka belajar teknik daripada ilmu murni karena uangnya lebih banyak. Tidak salah memang, bahkan dulu kami juga lebih senang jika diberi gelar insinyur, tapi jika dibiarkan terus menerus maka bisa gawat," tegasnya.

Harusnya ilmu murni dan terapan harus berjalan seimbang. Karena ilmu terapan baru bisa berjalan jika ilmu murni nya maju. "Ilmu murni memang kurang diminati karena uangnya sedikit, belajar tekun tapi manfaatnya baru kelihatan puluhan tahun kemudian,” tutur Prof Danis yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY.

Tahun 1981, di daerah sekitar menara Atomium, Heyzel, Brussel, menikmati musim winter dengan anak kami yang  berusia 4 bulan.

Keprihatinan beliau juga muncul terhadap minimnya pengetahuan masyarakat. “Masyarakat kita sukanya jual tanah dan batu. Padahal begitu sampai diluar negeri ternyata ada banyak kandungan yang lain seperti nikel atau emas tapi mereka tidak mau bilang. Kita belum punya alat dan peraturan yang mengikat agar jangan jual bahan mentah saja,” ujarnya.

Untuk mengatasi semua permasalahan ini, beliau mendorong agar anak muda belajar yang giat dan berkemauan keras. Karena setiap ada kemauan pasti ada jalan.

Anak muda harus giat belajar agar bisa membangun Indonesia lebih maju sehingga tidak kalah dan bisa dijadikan contoh oleh luar negri. Karena menurut beliau, ilmu mahasiswa Indonesia tidak kalah diluar sana, hanya cara berpikir kita yang masih tertinggal. Sesuai motto beliau, “Kunci kesuksesan seseorang ialah seorang yang memiliki kedisiplinan dan daya  juang tinggi, disertai doa.” (Lucia Yuriko)

Baca sebelumnya :

Profesor Danisworo Tolak Kerja di UNESCO Demi Jadi Dosen (2)

Tulis Komentar Anda