Terapkan Parkir Pararel, SRP Susut Hingga 60 Persen

Ilustrasi

SOLO (KRjogja.com) - Satuan Ruang Parkir (SRP) di tiga ruas jalan raya, masing-masing Jalan Slamet Riyadi, Jalan Rajiman dan Jalan Gatot Subroto, dipastikan menyusut sekitar 60 persen, menyusul penerapan sistem parkir paralel. Penyusutan SRP tersebut, juga berimbas pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perparkiran sekitar Rp 200 juta per tahun.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasrtika (Dishubkominfo), Yosca Herman Sudrajat, menjelaskan, penyusutan SRP di sejumlah ruas jalan sebagai hal tak bisa dihindari terkait tuntutan pengembangan kota ke depan. Pemberlakuan sistem <I>contra flow<P> angkutan umum baik di Jalan Slamet Riyadi maupun Jalan Rajiman, tambahnya menjawab wartawan, di Balaikota, Senin (5/12), mesti diikuti dengan penataan parkir di badan jalan, guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Sistem parkir dengan sudut kemiringan 60 derajat yang diberlakukan selama ini, menurutnya, cukup banyak menyita lebar badan jalan raya, sehingga perlu diubah dengan mengacu sistem paralel. Perubahan sistem parkir paralel, telah diujicobakan pada sebagian ruas Jalan Slamet Riyadi dari Purwosari hingga simpang empat Gendengan. "Sistem ini akan diperpanjang hingga Bunderan Gladag, mulai awal tahun 2017 nanti, dengan konsekuensi daya tampung parkir menjadi lebih kecil.

Secara teknis, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran, M Usman, menggambarkan, jika mengacu pada sistem parkir 60 derajat, areal parkir di kawasan Jalan Slamet Riyadi dari simpang empat Gendengan hingga Bunderan Gladag, mampu menampung sekitar 400 mobil. Setelah nanti diberlakukan sistem parkir paralel, daya tampung menyusut drastis tinggal 150 mobil. Demikian juga daya tampung parkir kawasan Jalan Gatot Subroto, terjadi penyusutan dari 88 mobil menjadi 40 kendaraan kendaraan roda empat.

Kalaupun perubahan sistem parkir tersebut harus berimbas pada penurunan PAD, menurut Usman, tak terlalu merisaukan, sebab penataan tersebut lebih mengedepankan aspek pelayanan, terutama bidang transportasi umum serta kelancaran arus lalu lintas. Bahkan target pendapatan sektor parkir pada tahun anggaran 2017 depan, dipastikan tak terjadi kenaikan, yakni senilai Rp 3,55 miliar.

Menjawab pertanyaan penyusutan SRP itu juga berimbas pada pendapatan juru parkir, Usman menyebutkan, hal itu dapat disiasati dengan cakupan wilayah kerja. Karenanya, dia meminta para pengelola parkir, ikut menata ulang penempatan juru parkir, sehingga perubahan sistem tersebut tidak terlalu mempengaruhi pendapatan mereka. Bisa saja, juru parkir yang semula hanya beroperasi dalam radiaus 25 meter, diperpanjang menjadi 50 meter. (Hut)

Tulis Komentar Anda