Banyak Eks TKI Pilih Bangun Pariwisata di Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran. (Foto: gunungapipurba.com)

YOGYA (KRjogja.com) - Gunung Api Purba Nglanggeran ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan mampu menghidupi masyarakat di kawasan tersebut. Buktinya, puluhan warga yang beberapa tahun lalu rela pergi ke luar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memilih menetap di tanah kelahiran dan mengembangkan desa wisata.

Sugeng Handoko, pengelola Pokdarwis Nglanggeran kepada wartawan Kamis (1/12/2016) mengatakan sejak tahun 2007 lalu, trend warga mulai berubah dari yang sebelumnya sangat ingin pergi ke luar daerah bahkan ke luar negeri untuk mencari peruntungan menjadi sadar mengelola pariwisata. Hal tersebut menurut Handoko semakin bertambah saat Nglanggeran mengalami masa jaya di periode 2011 lalu yang seolah bisa mengubah pola pikir warga sekitar.

"Sejak booming Nglanggeran pada 2011-2012 lalu banyak rekan yang sebelumnya kerja di luar negeri dan daerah lain memilih untuk pulang. Mereka sepertinya tahu bahwa di daerah asalnya bisa menghasilkan uang dari ekosistem pariwisata," terangnya.

Eks TKI yang kembali ke Nglanggeran bahkan beralih haluan menjadi pelaku wisata dengan membuka berbagai fasilitas penunjang seperti homestay, warung dan kuliner hingga menjadi pelaku pariwisata sendiri. "Sekarang hampir 80 persen pengelola pariwisata di Nglanggeran adalah teman-teman eks TKI," imbuhnya.

Handoko sendiri mengaku pernah mendapatkan tawaran bekerja ke luar negeri dengan gaji yang cukup besar. Namun demikian, kenyamanan dan kedekatan dengan masyarakat membuatnya urung menerima tawaran tersebut.

"Mungkin mereka merasakan kepuasan batin bisa bekerja dan memajukan daerahnya sendiri. Membangun ekosistem wisata di Nglanggeran dan ikut menjaga untuk warisan anak cucu nanti, saya rasa itu alasan utama teman-teman tak lagi jadi TKI meski mungkin gajinya lebih besar," pungkasnya.

Saat ini total pelaku wisata di Nglanggeran mencapai 154 orang, di mana mereka kebanyakan merupakan eks TKI dan anak muda yang terlebih dahulu merasakan mencari uang di luar daerah tersebut. Di Nglanggeran juga mulai tumbuh 80 homestay yang menawarkan pengalaman menarik menjelajahi bagian menarik dari Geopark Gunungsewu yang terbentuk 15 juta tahun lalu ini. (Fxh)

 

Tulis Komentar Anda