AIMI Bantul Gelar Takshow Tentang 'MP-ASI Gak Pake Ribet'

Pengurus AIMI Bantul bersama Narasumber Talk Show MP-ASI SelebrASI 1 AIMI Bantul

BANTUL (KRjogja.com) - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Ranting Bantul menyelenggarakan talkshow 'MP-ASI Gak Pake Ribet ? Bisa !!' di Hotel Ros In Yogyakarta, Minggu (27/11/2016). Acara ini sebagai selebrasi HUT I AIMI Ranting Bantul.

Perkembangan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Sebagai bangsa besar dengan penduduk sekitar 255 juta, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar terutama di bidang kesehatan, untuk bisa menciptakan kualitas generasi yang berkualitas.

Peningkatan kualitas SDM dimulai sejak seorang anak berada dalam kandungan ibu sampai usia 2 tahun. Periode ini sering dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang meliputi 270 hari kehamilan, 180 hari pemberian ASI eksklusif dan 550 hari selanjutnya diikuti dengan ASI dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Masa dua tahun ini telah terbukti ilmiah merupakan periode yang menentukan kualitas kehidupan manusia.

Fakta membuktikan, bahwa hanya 41,9% bayi di Indonesia tahun 2015 yang mendapatkan ASI eksklusif dan menurut UNICEF, hanya 37% anak usia 6-23 bulan yang mendapatkan makanan MP-ASI bergizi. Pemberian MP-ASI yang tepat, akan menghindarkan anak dari kondisi anemia dan kurang energy kronis. Karena usia di atas 6 bulan, ada beberapa jenis zat gizi yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan pemberian ASI.

Lebih dari itu, WHO (World Health Organization) dan WHA (World Health Assembly) telah menganjurkan untuk memberikan MP-ASI yang berbahan pangan lokal dan buatan rumah. Ibu didorong dan didukung untuk membuat sendiri MP-ASI dan menggunakan bahan makanan yang lazim dan mudah tersedia di lingkungan sekitar.

Beberapa manfaat dari pemberian MP-ASI rumahan dan berbahan pangan lokal diantaranya ibu mengetahui bahan makanan dan proses pembuatan makanan dengan jelas untuk bayi, mengurangi sampah kemasan dan memperkenalkan anak dengan keanekaragaman pangan setempat.

Kesuksesan pemberian makanan yang tepat untuk anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ibu. Melainkan juga faktor lingkungan, petugas kesehatan dan keluarga. Dukungan positif akan sangat meningkatkan kepercayaan diri ibu untuk memberikan makanan terbaik untuk bayinya. Selain itu, Ibu juga perlu untuk memiliki pengetahuan tentang cara pembuatan dan penyusunan menu serta jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan bayi di setiap fase kehidupannya sampai usia 2 tahun.

Mengingat pentingnya edukasi dan informasi tentang MP-ASI, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Ranting Bantul, merukapan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kesehatan ibu dan anak menyelenggarakan Talk Show MP-ASI dalam rangka memperingati hari ulang tahun AIMI Ranting Bantul yang pertama. Acara ini menghadirkan dua pakar yaitu dr. Ida Ayu Diana sebagai praktisi medis dan Nia Umar, M.Kes, IBCLC selaku Wakil Ketua AIMI Pusat Jakarta sekaligus pakar MP-ASI.

Talk Show yang diselenggarakan di Ros-In Hotel dan didukung oleh Dompet Dhuafa ini turut dihadiri oleh Ibu Arni Tyas Palupi, ST dari DPRD Bantul, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan Dinkes Propinsi DIY, perwakilan organisasi dan LSM terkait di Yogyakarta serta kader-kader posyandu di lingkungan Kabupaten Bantul dan sekitarnya. Dengan diadakannya talk show ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian MP-ASI yang berkualitas. (*)

Tulis Komentar Anda