Komplotan Penipu Gendam Anak Yatim

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibisono menunjukkan barang bukti kejahatan.

YOGYA (KRjogja.com) - Jajaran Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap aksi kejahatan yang dilakukan oleh sindikat penipu dengan modus gendam. Korban dari aksi komplotan ini merupakan seorang anak yatim yang ditakut-takuti oleh para pelaku telah terkena serangan santet. Saat terpedaya pelaku beraksi menguras uang milik korban di ATM hingga puluhan juta rupiah.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibosono mengungkapkan, anggota sindikat ini berjumlah lima orang yakni HSR alias Ilham (29), AH alias Pet (24) dan RY ketiganya warga Sumatera Selatan, SB alias Nisam (50) warga Jakarta Barat, FS alias Irwan (49) warga Tasikmalaya. Dalam aksinya komplotan ini berbagi tugas, Ilham mendapat bagian untuk mencari mangsa, Nisam bertugas meyakinkan korban, Irwan menyiapkan akomodasi, Pet mencairkan ATM korban dan RY memasukan jarum pada telur.

Aksi sindikat ini terbongkar setelah korbannya Finni Eka Eka Pratiwi (17) warga Gamping Sleman melaporkan peristiwa yang dialaminya. Saat kejadian korban yang tengah berbelanja di sebuah supermarket kawasan Jalan HOS Cokroaminoto didatangi Ilham dengan berpura-pura menanyakan tempat penyimpanan benda pusaka di wilayah Yogyakarta.

Korban saat itu menjawab tak mengetahui, namun Ilham terus mendesaknya. Tersangka kemudia menyuruh korban bertanya kepada Nisam yang saat itu berdiri di samping korban dan berlagak tak saling kenal.

Ilham lalu mengatakan kepada Nisam jika ia memiliki sebuah kitab sakti peninggalan kakeknya. Ia lalu mengajak Nisam dan korban ke warung tak jauh dari supermarket tersebut dan menunjukkan kitab kecil yang terbungkus uang Rp 2.000.

“Kepada korban dan SB, tersangka HSR mengatakan kitab tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Namun syaratnya siapapun saat memegang kitab tersebut harus jujur mengatakan harta yang dimilikinya,” ungkap Tommy Wibosono di Mapolresta Yogyakarta, Senin (28/11/2016).

Saat itulah korban mengatakan jika ia memiliki uan sebesar Rp 21.000.000 di ATM. Setelah tes kejujuran itu Ilham langsung mengatakan jika korban saat ini tengah terpengaruh santet ilmu hitam dari seseorang yang tak suka dengannya.

Untuk membuktikannya Ilham menyuruh korban membeli sebutir telur. Pelaku lalu menyuruh Nisam untuk membeli dan tak lama kemudian ia kembali dengan membawa telur yang sebelumnya telah dipersiapkan RY. Ilham kemudian memecah telur tersebut di hadapan korban dan ternyata di dalamnya terapat beberapa buah jarum.

Ilham mengatakan untuk menghilangkan santet itu maka korban harus bersedekah. Ia lalu mengeluarkan selembar tisu meminta korban membungkus kartu ATM miliknya. Pelaku kemudian berpura-pura tanya PIN ATM korban tersebut dan saat lengah ternyata Nisam menukar kartu gesek tersebut yang juga terbungkus tisu.

Ilham berpesan agar ATM itu jangan dipergunakan selama tiga hari dan menyuruh korban untuk pulang. Setelah korban pergi, Ilham menyuruh Pet untuk mencairkan uang di ATM dan menarik Rp 21.285.000.

Korban tersadar jika telah diperdayai saat ia membuka ATM dan ternyata diketahui bukan miliknya. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap komplotan ini di sebuah hotel kawasan Jalan Jenderal S Parman, Wirobrajan, Yogyakarta.

Dari tangan sindikat ini berhasil diamankan satu unit mobil, beberapa kartu ATM dari berbagai bank, beberapa telur ayam yang dipergunakan para pelaku untuk memeprdayai korban. “Diduga para pelaku telah melakukan aksinya dengan modus seperti itu di berbagai kota,” jelas Tommy Wibisono. (Van)

Tulis Komentar Anda