Jaringan Investasi Emas Bodong Terus Diburu Polisi

Ilustrasi. (Foto: Doc)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Polres Sukoharjo selidiki jaringan penipuan investasi emas batangan yang mencapai miliaran rupiah. Penyelidikan dilakukan untuk mencari pelaku dan korban lainnya.  

Kapolsek Kartasura AKP Demianus Palulungan, Sabtu (26/11/2016) mengatakan, penyelidikan masih terus dilakukan. Sebab tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pelaku lainnya dalam kasus penipuan investasi emas batangan.

Dugaan pelaku lain karena dua pelaku sebelumnya mengakui ada keterlibatan orang luar. Pelaku tersebut sekarang sedang diselidiki untuk segera dilakukan penangkapan. Penyelidikan juga dilakukan untuk mencari korban lainnya yang tergiur investasi emas batangan. Polres Sukoharjo sudah mendapatkan kabar ada korban dari luar daerah.

“Dugaan korban lain ada karena pelaku menyasar sejumlah daerah tidak hanya Sukoharjo. Kemungkinan ada orang yang tergiur iming iming investasi emas batangan,” ujar AKP Demianus Palulungan.

Untuk penyelidikan korban lain pihak Polsek Kartasura melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian lainnya. Hal itu untuk memastikan data agar lebih valid. “Untuk pelaku lain juga masih kami selidiki karena dua pelaku sebelumnya mengaku ada keterlibatan orang lain,” lanjutnya.

Seperti diketahui, dua pelaku yang ditangkap yakni Rof (36) warga Kalijambe, Sragen dan Dod (36) warga Ngemplak, Boyolali. Keduanya ditangkap setelah ada laporan dari korban Ida Hermawati (47).

Penipuan bermula saat pelaku mengiming-imingi investasi berupa emas batangan kepada korban pada akhir 2015 lalu. Korban percaya dengan bujuk rayu pelaku dan menyetorkan uang sebesar Rp 200 juta sebagai jaminan.

Setelah ditunggu lama investasi emas batangan seperti yang di iming imingkan pelaku tidak kunjung datang. Korban curiga dan berusaha melacak ke alamat pelaku. Ternyata pelaku tidak ditemukan sesuai alamat yang diberikan.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kartasura. Polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku.

“Pelaku mengaku perbuatannya dan dari keterangan pelaku korban lebih dari satu orang,” lanjutnya.

Diperkirakan nilai kerugian korban dari ulah kedua pelaku miliaran rupiah. Korban diduga tidak hanya berasal dari Kabupaten Sukoharjo saja, melainkan juga kabupaten lain.

“Dipekirakan nilai kerugian dari penipuan pelaku ini Rp 3,5 miliar. Itu keterangan sementara pelaku dan masih dikembangkan,” lanjutnya.

Pelaku juga mengakui dalam menjalankan aksinya tidak bekerja seorang diri. Masih ada pelaku lain yang terlibat dengan melibatkan jaringan lintas daerah.

“Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 268 tentang Pemalsuan hukumannya maksimal 4 tahun,” lanjutnya.

Salah satu pelaku Dod mengatakan, sudah menjalankan iming iming investasi emas batangan sejak 2014. Selain Rof, masih ada satu pelaku lagi yakni J merupakan pemilik emas batangan dari Kalimantan. (Mam)

Tulis Komentar Anda