Bukan Zamannya Lagi Nempel Poster di Tembok

Salah satu lokasi yang dijadikan tempat untuk menempel sampah visual (Foto : Satriyo Wicaksono)

YOGYA (Krjogja.com) – Sampah visual sudah mulai merusak pemandangan kota. Pemerintah harus membuat peraturan yang tegas untuk mengatasinya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Herry Zudianto, mantan walikota Yogyakarta dalam perbincangan dengan KRjogja.com saat diluncurkannya Gerakan Jogja Bersih, beberapa pekan lalu. Walikota yang dijuluki Walikota Gila Taman (Wagiman) ini gemas dengan banyaknya poster-poster di tembok.

“Sampah visual harus ditendak tegas, kan pasti itu ada identitasnya. Dikasih akses kok itu, panitianya siapa terus nomor telponnya berapa,” ujarnya kepada Krjogja.com beberapa pekan lalu.

Herry pun berharap agar pelaku penempel poster dapat ditangkap dan ditindak oleh pemerintah. Menurutnya, pelaku tidak harus tertangkap basah, tetapi bisa dengan melacak keberadaan penyelenggara.

Sampah visual yang semakin merajalela juga membuat Jogja Garuk Sampah bergerak membersihkan poster atau spanduk yang terpasang sembarangan. Koordinator Jogja Garuk Sampah, Bekti Maulana (19) mengungkapkan bahwa sebagian poster yang tertempel justru dari sekolah dan universitas favorit di Yogyakarta.
 
“Bahkan ada mahasiswa komunikasi yang seharusnya mengerti tentang etika berpariwara tapi mereka masih menempel poster sembarangan,” ujarnya ketika dihubungi KRjogja.com, Minggu (20/11/2016).

Ada beberapa etika yang harus dipatuhi dalam berpariwara, seperti tidak boleh terpasang di cagar budaya dan bangunan milik warga. Peraturan-peraturan itu pun telah tercantum dalam Etika Pariwara Indonesia.
 
Terpisah, Andika Dwijatmiko saat berlangsungnya Pinasthika Creativestival 2016 beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa kini bukan lagi zamannya berpromosi dengan menimbulkan sampah visual. Menempel poster sembarangan justru membuat citra kelompok menurun.

Selain itu, Andika juga menilai ketidakefektifan promosi melalui poster. Di era serba teknologi ini, ia pun menyarankan agar lebih banyak berpromosi melalui sosial media. “Orang-orang juga pada gak ngeliat poster, kan sekarang yang pada dilihat gadget,” ujar Andika selaku CEO Syafaat Marcomm. (Mg-10)

Baca Juga :

Bukan Zamannya Lagi Nempel Poster di Tembok

Tulis Komentar Anda