Ayam Serama Tak Pede, Loncat Meja ‘Catwalk’

Serama kualitas lomba sedang dinilai tim juri. (Foto: Sulistyanto)

RATUSAN ayam serama kualitas lomba secara bertahap dinilai tim juri dan terbagi dalam 13 kelas. Mayoritas serama mampu bergaya maksimal di meja ‘catwalk’ dengan karpet warna hijau. Khusus Kelas Jantan Dewasa, selain bergaya juga ada yang sering berkokok, mengangkat salah satu kaki serta berjalan tegap dengan membusungkan dada.

Namun ada juga serama, kemungkinan merasa tak pede ataupun demam panggung, lalu dengan sengaja melompat  dari meja catwalk. Setiap ada serama yang melompat meja, banyak dari penonton  maupun sesama pemilik serama bersorak. Selain lucu, setiap ayam yang sengaja melompat dari meja akan dikurangi nilainya satu poin. Lain halnya jika tak sengaja jatuh, seperti pas bergaya di pinggir meja lalu terjatuh, juri tak akan mengurangi nilainya.

Inilah gambaran suasana saat Kontes Nasional Ayam Serama Piala Raja ke-4 Sri Sultan HB X Cup di Pendopo Parasamya Bantul, Minggu (13/11/2106).  Juri-juri kontes serama nasional dari berbagai daerah diturunkan, antara lain Erwin (Magelang), Teguh (Yogya), Andri (Jember), Yudhi (Sragen), Fery (Tulungagung), Widodo (Blitar), Supri (Semarang) dan Yatno (Bandung).  Setiap juri yang kejatah menilai, duduk di kursi dekat meja catwalk. Tak jauh dari meja seorang joki mengawasi dari dekat, bahkan memancing agar serama mampu bergaya maksimal.

“Paling menentukan nilai yang dikumpulkan, terutama soal senang bergaya saat dilombakan. Selain itu bentuk bodi dan kesehatannya, serta  asesoris ayam antara lain meliputi ekor, kepala, kaki, sayap dan bulu,” jelas Erwin, salah satu juri yang diturunkan dalam laga tersebut.

Ditambahkan  Erwin, kualitas ayam serama dari berbagai daerah mengalami banyak peningkatan kualitas. Namun kriteria dari kategori A sampai C tetap berlaku, yakni di atas 420 gram perekor dewasa (kategori C),  350-420 gram (B) serta dibawah 350 gram (A). Kategori C biasa dimasukan dalam kelas eksebisi. Penggemar serama masih pemula sampai sudah senior ada juga yang masih memiliki serama kategori C serta rutin diikutkan kontes.

Ketua Panitia Kontes Nasional Ayam Serama Piala Raja ke-4 Sri Sultan HB X Cup, Benny Antoro menjelaskan, dalam kesempatan ini ratusan serama dari berbagai daerah dikonteskan. Penilaian dilakukan secara bertahap dan terbagi dalam 13 kelas, mulai dari  anakan jantan A sampai jantan dewasa tanpa lawi. Masih ditambah lagi laga bintang jantan, anakan dan betina. Bahkan dipilih Best of Chick (BOC) maupun Best of The Best (BOB).

“Selain dari Yogyakarta sendiri, peserta baik perorangan maupun komunitas penggemar serama antusias datang, antara lain ada dari Bandung, Jakarta, Purwokerto, Kediri, Surabaya, Solo, Magelang, Muntilan, Semarang, Madiun, Pekalongan, Blitar dan Tulungagung,” ungkap Benny. (Yan)

 

Tulis Komentar Anda