Kebuasan Inggris di Surabaya, Kerahkan 30.000 Tentara

Harian KR edisi 12 November 1945 menuliskan kebuasan tentara sekutu.

KORAN Kedaulatan Rakyat 12 November 1945 menceritakan kekejaman Inggris di Surabaya. Digambarkan pula perjuangan arek-arek Surabaya melawan penjajah dengan gagah berani.

Kementerian Penerangan mencatat bahwa keadaan Surabaya pada saat itu sangat genting dan banyak korban jiwa berjatuhan. Rumah sakit menjadi penuh sesak tidak mencukupi menampung para korban jiwa. Jika ditarik kebelakang, pertempuran Surabaya awalnya bermula dari perobekan bendera Belanda di puncak hotel Yamato pada 19 September 1945. pertempuran tentara sekutu dengan pejuang 27 Oktober 1945 dan puncaknya terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby pada 30 Oktober 1945.

Rentetan kejadian tersebut membuat tentara Inggris dan NICA geram dan mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 yang berisi kewajiban pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Arek Surabaya yang digambarkan dalam koran Kedaulatan Rakyat penuh keberanian pun tidak terima diperlakukan demikian. Pertempuran berkobar dengan senjata apapun yang dimiliki arek Surabaya, termasuk diantaranya bambu runcing.

Pada tanggal (10/11) malam, Pesawat-pesawat Inggris menjatuhkan bom di langit Surabaya dan kapal-kapal Inggris menembaki penduduk dan pemukiman pesisir Surabaya. Gedung-gedung pemerintahan Surabaya juga menjadi objek sasaran kebuasaan Inggris yang mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

Kantong kantong ekonomi layaknya kampung Arab dan Tionghoa juga diserang hingga rata dengan tanah. Soekarno yang pada saat itu sedang berada di Yogyakarta mengikuti jalannya Konggres Pemuda Indonesia mengutuk serangan Inggris tersebut. (MG-21)

Baca Juga :

10-11 November 1945 Kongres Pemuda Indonesia di Yogyakarta

 

Tulis Komentar Anda