Tarik Biaya Tinggi, Juru Pakir Banyak Melakukan Pungli?

Ilustrasi. (Foto: Doc)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Praktek penarikan tarif parkir di lapangan menyalahi aturan. Sebab juru parkir diduga melakukan pelanggaran berupa pungutan liar (pungli). Petugas dari Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) diminta untuk memberikan penindakan. Petugas Dishubinfokom Sukoharjo apabila kedapatan terlibat dalam praktek pungli maka harus menanggung sendiri akibatnya tanpa melibatkan institusi kedinasan.

Kepala Dishubinfokom Sukoharjo Djoko Indriyanto, Kamis (10/11/2016) mengatakan, dugaan pelanggaran memang ada. Hal tersebut didasari dari pemantauan petugas selama ini ditemukan penarikan tarif parkir tidak sesuai aturan.

Pelanggaran tersebut sudah ditindaklanjuti Dishubinfokom Sukoharjo dengan pembinaan. Para juru parkir saat bertugas harus menarik tarif sesuai aturan. Selain itu juga wajib membawa identitas dan seragam resmi yang diberikan Dishubinfokom Sukoharjo.

“Kami juga memberikan pembinaan kepada pegawai Dishubinfokom Sukoharjo agar jangan sampai terlibat pungli. Kalau nekat melanggar maka ada sanksi tegas dan harus ditanggung sendiri tanpa melibatkan kedinasan,” ujar Djoko Indriyanto.

Salah satu sanksi apabila petugas seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlibat pungli yakni berupa pemecatan. Dishubinfokom Sukoharjo sendiri sudah memberikan sosialisasi hal tersebut kepada seluruh pegawai.

Djoko meminta kepada seluruh pegawainya untuk ikut membantu program pemerintah memerangi praktek pungli. Bentuknya yakni dengan mematuhi semua aturan berlaku berkaitan dengan penarikan biaya kepada masyarakat.

“Kalau itu memang ada biaya yang harus dibayarkan oleh masyarakat maka ditarik sesuai ketentuan jangan melebihi atau kurang. Namun bila itu gratis juga jangan nekat melakukan pungli,” lanjutnya. (Mam)

Tulis Komentar Anda