HARI INI 71 TAHUN YANG LALU

10 November 1945 Pemuda Indonesia Menggelar Kongres di Yogyakarta

Presiden Soekarno memimpin apel raksasa Kongres Pemuda Indonesia di Yogyakarta. (Sumber Kantor Arsip DIY)

BULAN November 1945 adalah bulan yang sibuk di Yogyakarta. Setelah Sri Sultan HB IX dan Sri Paduka Pakualam XVIII menyatakan Keraton Yogyakarta dan Pakualaman bagian dari Republik Indonesia, maka Yogya menjadi salah satu basis perjuangan.

Baru saja selesai Muktamar Umat Islam Indonesia pada 7-8 November di Yogyakarta, selang beberapa hari kemudian disusul dengan Kongres Pemuda Indonesia  pada 10-11 November. Tak berjarak lama, 12 November Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga disibukan konferensi untuk memilih panglima TKR.

Muktamar atau Kongres Umat Islam sendiri menghasilkan seruan agar kaum musliman Indonesia berjihad untuk menentang penjajahan. Seruan tersebut merupakan penegasan dari Resolusi Jihad yang membuat pejuang-pejuang di Surabaya tak gentar menghadapi tentara sekutu.

KR edisi 10 November 1945

Koran Kedaulatan Rakyat yang baru berdiri 27 September 1945 merekam peristiwa-peristiwa tersebut dalam setiap beritanya. Meski kadangkala peristiwa dimuat beberapa hari setelahnya, dari berita di KR Kongres Pemuda Indonesia di Yogyakarta dipersiapkan matang.

Iklan atau pemberitahuan adanya kongres Pemuda  Indonesia yang dimuat KR

Hal itu terlihat adanya pra kongres yang berlangsung 31 Oktober 1945. Konferensi pendahuluan tersebut salah satunya untuk mengambil garis besar perundingan atau materi kongres. Sebagai pengundang atau tuan rumah adalah Gerakan Pemuda Republik Indonesia Mataram (Gerpri).

Konferensi atau rapat tersebut diikuti perwakilan pemuda dari Jakarta.Bandung, Surabaya dan staf kementerian penerangan. Rapat tersebut mengasilkan kesepakatan bahwa tanggal 10-11 November 1945 akan diadakan Kongres Pemuda Indonesia bertempat di Balai Mataram.

Foto acara pembukaan kongres di Alun-alun Utara Yogyakarta 10 November 1945 yang baru dimuat KR edisi 14 November 1945 (Sumber : Arsip KR)

Kongres Pemuda Indonesia sendiri diadakan di Gedung Mataram (kemudian berubah menjadi Senisono, sekarang menjadi bagian dari Gedung Agung Yogyakarta). Presiden Soekarno membuka kongres tersebut melalui sebuah apel raksasa yang berlangunsung di Alun-alun Utara Yogyakarta tanggal 10 November 1945. Kongres tersebut diketuai oleh Chaerul Saleh dan dihadiri oleh perwakilan dari 30 organisasi pemuda seluruh Indonesia yang jumlahnya sekitar 332 orang.

Ketika sedang berlangsung kongres, muncul kabar bahwa terjadi pertempuran besar di Surabaya. Kontingen dari Surabaya kemudian pamit dari acara untuk kembali ke medan pertempuran. (*)

Baca Juga :

Pertempuran di Surabaya, 'JANGAN MOENDOER SELANGKAH !'

Inggris Merasakan 'Atom' Rakyat Surabaya

Misteri Kematian Jendral Mallaby

 

Tulis Komentar Anda