Kolom Magdalena Sukartono : Terus Belajar dan Berkembang

Magdalena Sukartono

BELUM lama saya memberi pembekalan seorang karyawan baru di sebuah perusahaan besar. Pak Direktur ingin memberi peluang mengembangkan kemampuannya agar bisa menjadi manajer bahkan asisten yang benar - benar mampu menjadi tangan kanannya. Wow. Pemberdayaan yang terbuka bagi siapa saja yang memiliki bakat dan minat untuk dikembangkan.

Sebelum saya memberikan arahan, saya tanyakan kepadanya, selama 6 hari bekerja di perusahaan ini apa saja yang dia lihat, dia perhatikan dan apa pendapatnya ? Wuiiih. Benar - benar tak terduga !

Ia menceritakan semua yang telah dilakukan dan diamati. Jawabanya benar - benar membuat saya kagum. Dia sudah  berkenalan dengan karyawan lama dari beberapa divisi dan unit kerja. Di bagian dimana dia ditempatkan, ia memberikan pendapatnya bahwa Si A sangat proaktif, si B agak lamban dan terkesan lebih pasif.

Bahwa Supervisornya sangat cerdas, menguasai semua produk dan permasalahan. Sangat bagus dalam melayani customer. Hanya sayangnya, semua dilakukannya sendiri dan tidak mendelegasikan kepada timnya. Sibuk bekerja sendiri..... Kemudian ia bertanya dengan suara lirih, takut salah  : Alangkah bagusnya kalau anak buah bisa diajarkan juga  apa yang dikuasainya ya, Bu?

Wow hebrink deh karyawan baru ini. Termasuk smart ! Memiliki keberanian menyampaikan pendapat. Semoga memiliki etos kerja tinggi  dan semangat pembelajar sepanjang masa. Itulah syarat untuk menjadi seorang leader.

Tanpa etos kerja tinggi dan pengetahuan/kecakapan yang lebih, tak mungkin seorang pemimpin dihormati & dihargai anak buahnya. Mengapa ? Karena seorang pemimpin ideal perlu memenuhi 3 kriteria ini , yaitu:

1. DIHORMATI. Memiliki kelebihan dari yang dipimpin, bijaksana, menjadi teladan, berwibawa.

2. DIHARGAI. Memiliki pribadi yang beretika, termasuk sikap yang santun. Mampu menghargai anak buah, menghormati hak-haknya. Mengenal secara baik dan memberi penghargaan selain teguran.

3. DICINTAI. Memiliki sifat kebapakan/keibuan, memberi bimbingan (jika memecahkan masalah tidak mencari kambing hitam tetapi mencari jalan keluarnya) . Juga mampu memberikan sentuhan -  sentuhan kecil. Misalnya memberi ucapan selamat, menanyakan kedaan keluarganya dsb.

Karyawan baru  yang duduk di depan saya untuk diberi pembekalan, benar - benar memiliki bakat untuk menjadi seorang leader. Mengapa ? Karena menurut Steven R. Covey dalam The 8th Habits, dikatakan bahwa seorang pemimpin abad 21, harus memenuhi  4 P, yaitu menjadi Panutan - Perintis - Penyelaras dan juga Pemberdaya.

Pemimpin dianggap hebat jika mampu memberdayakan timnya. Mampu mencerdaskan anak buahnya. Dengan demikian ia bisa mendelegasikan tugas dan waktunya bisa dipakai untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Meningkatkan target, melakukan ekspansi dan membuat perusahaannya berkembang. Yes ! Pemberdayaan sangat mutlak sebagai syarat mengembangkan perusahaan.   

Baru - baru ini saya dihubungi seorang Direktur yang ingin mengadakan training bagi perusahaan yang dikelolanya. Saya dibuatnya kagum. Bahwa dalam waktu 6 tahun, perusahaannya sudah memiliki 6 cabang di berbagai kota. Berarti setiap tahun bertambah satu perusahaan.

Tahukah Pembaca, bahwa yang saya sebut Direktur ini masih muda belia ? Luar biasa, bukan ? Saya tanya , apa yang membuatnya sukses ? Dengan tersenyum ia menjawab: Ya Cuma belajar terus saja, Bu. Terus mengembangkan diri, membaca berbagai informasi dan memberdayakan  juga anak buah. Memberdayakan dan memberi kesempatan anak buah memiliki nilai lebih memiliki semboyan : TERUS BELAJAR  DAN BERKEMBANG.

Baca Juga :

Kolom Magdalena Sukartono : Ya, Aku Pasti Bisa !

Kolom Magdalena Sukartono : Yes, Sukses Memang Perlu !!!

Kolom Magdalena Sukartono : Yes, ESQ Memang Perlu !!!

Kolom Magdalena Sukartono : Bisa Seperti Lala ?

Tulis Komentar Anda