Beragam Atraksi Sambut HUT ke-55 SMKN 1 Kasihan

Penampilan siswa/siswi SMP dalam rangkaian HUT ke-55 KONRI, SMKI Yogyakarta-SMKN 1 Kasihan. (Foto: Febriyanto)

MOMENTUM ulangtahun ke-55 SMKN 1 Kasihan Bantul yang sebelumnya bernama KONRI dan SMKI Yogyakarta menjadi saat yang tepat untuk membenahi diri sebagai upaya meningkatkan kualitas. Salah satu langkah strategis yang akan diambil bersamaan perayaan ulangtahun ini dengan menyiapkan segala sarana prasarana mewujudkan pendidikan dan pembelajaran empat tahun mulai tahun ajaran 2017/2018.

"Target tahun depan sudah mulai masa pendidikan empat tahun untuk tiga jurusan, tari, karawitan dan pedalangan. Sementara untuk teater tetap 3 tahun," jelas Kepala SMKN 1 Kasihan Drs Sunardi MPd dijumpai KRjogja.com, Selasa (8/11/2016).

Rencana ini menurut Sunardi sudah mendapat tanggapan positif guru pengampu praktik. Namun demikian pihaknya masih akan mengomunikasikan lebih lanjut dengan Jurusan Tari di UNY dan ISI karena sekitar 75 persen lulusan SMKN 1 Kasihan berkontribusi menjadi mahasiswa di kedua Perguruan Tinggi (PT) tersebut.

"Tinggal nanti apakah untuk ujian akhir akan dilaksanakan di tahun ketiga atau keempat, Kalau tahun ketiga berarti di tahun keempat fokus meningkatkan kompetensi keahlian. Program ini juga sudah mendapat lampu hijau Kemendikbud melalui Direktur SMK," jelas Sunardi.

Terpisah Waka Kesiswaan Drs Ardani menambahkan sejumlah kegiatan digelar untuk memperingati HUT ke-55 KONRI-SMKI Yogyakarta-SMKN 1 Kasihan Bantul. Diawali dengan perlombaan Seni Tari Kreasi, Pedalangan, Baca Puisi dan Karawitan tingkat SMP yang digelar Selasa-Rabu (8-9/11/2016). Puluhan SMP se-DIY mengikuti perlombaan dengan peserta mencapai ratusan orang.

"Tujuannya untuk mewadahi potensi seni di SMP yang selama ini belum mendapat kesempatan tampil. Sekaligus meningkatkan kompetensi mereka di bidang seni dan membangun regenerasi pelaku kesenian mulai dari tingkat SMP. Sebenarnya peserta membludak sampai Jawa Tengah, tapi kami lebih fokus untuk peserta dari DIY," jelasnya.

Menurut Ardani, seluruh peserta lomba nantinya akan mendapat sertifikat yang dapat digunakan ketika ingin masuk SMKN 1 Kasihan tanpa harus mengikuti tes. Sehingga secara tidak langsung perlombaan ini juga upaya mengenalkan SMKN 1 Kasihan pada siswa SMP yang ingin mendalami kesenian.

Sedang puncak peringatan HUT ke-55 KONRI-SMKI Yogyakarta-SMKN 1 Kasihan Bantul akan digelar Kamis (10/11/2016) mendatang melibatkan ratusan seniman lintas generasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Kuncen, Wijaya Brata Tamansiswa dan makam Seniman Imogiri pukul 08.00 WIB. Selanjutnya mulai pukul 09.00 WIB akan digelar tumpengan dilanjutkan pentas kesenian Reog Ponorogo menghadirkan penari dari siswa SMK Ponorogo di Pendopo WidiWidhana.

Kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Seni dari empat program keahlian di SMKN 1 Kasihan menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten di bidang masing-masing pukul 10.00 WIB. Sedang acara inti akan digelar di Pendopo Widi Widhana mulai pukul 19.00 WIB diawali Gamelan Pembuka dari alumni SMKN 1 Kasihan. Setelah itu Orasi Budaya yang direncanakan dari KGPAA Paku Alam X dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY.

"Ada pementasan tari Golek Lambangsari dari lintas generasi menghadirkan tidak kurang 100 penari. Selain itu juga ada pentas tari 'Ramadayapati', 'Baswara Jajar', teater 'Korupsi, Haiya...' dari siswa/siswi SMKN 1 Kasihan. Dilanjutkan kolaborasi seni 'Luh Garing 18 Tahun' dari guru dan karyawan SMKN 1 Kasihan," jelas Ardani.

Kemeriahan masih akan berlanjut dengan Srawung Krumpyung 'Carang Nggunung' dari Kulonprogo, Pentas Tari 'Onthel', Chaqil Squad, Guyon Maton dari Klaten, Rampak Kendang serta Kolaborasi tari 'Opera Hanoman' dari lintas generasi alumni SMKN 1 Kasihan. (R-7)

Tulis Komentar Anda