Jateng Editor : Agus Sigit Minggu, 06 November 2016 / 22:10 WIB

Pesona Tari Bali Berlatar Kemegahan Candi Plaosan

LENGGAK-LENGGOK penari Bali, dengan kostum indah dan menebar senyum menawan, membuka festival candi kembar “Candi Plaosan” di Desa Bugisan Kecamatan Prambanan, Klaten yang berlangsung tanggal 5 hingga 27 November 2016. Kecantikan para penari dari ISI Surakarta tersebut nampak makin memesona, menyatu dengan latar belakang Candi Plaosan Lor. Suara gamelan riuh memecah kesunyian di sekitar candi. Para wisatawan domestik maupun mancanegara bertepuk tangan kala para penari usai beraksi dan mulai turun dari pentas.

Kemeriahan dan keindahan di sekitar Candi Plaosan terus berlanjut hingga malam. Banyak kesenian yang dipentaskan, bukan hanya dari lokal Klaten, melainkan kesenian khas dari berbagai daerah lain. Ikut andil dalam event tersebut.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Kepala Desa Bugisan Heru Nugroho mengemukakan, festival budaya Candi Plasoan diharapkan tidak sekedar launching Bugisan sebagai desa wisata saja, melainkan agar keseharian benar-benar diwujudkan. Keberadaan Desa wisata diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan bagi warga Bugisan.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Parisawa Propinsi Jawa Tengah Prasetyo, ada empat pengembangan masterplan pariwisata Jawa Tengah. Yakni kawasan Dieng, Borobudur, Karimunjawa dan Sangiran.

Dengan adanya masterplan ini diharapkan bisa mendorong sinergi antara pemerintah pusat, kabupaten dan propinsi. Untuk mengembangkan kawasan-kawasan tersebut akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana memadai. Kendati Kawasan percandian masuk dalam kewenangan pemerintah pusat, yakni pada Dirjen Kebudayaan. Pemerintah daerah lebih banyak menetapkan pada pengembangan kawasan wisata yang berbasis regional, dan tidak hanya pada fungsi pelestarian saja.

Pengembangan wisata ini melibatkan masyarakat, sehingga ke depan pengembangan pariwasata benar-benar didukung dari bawah.
Marketing pariwisata Jawa tengah dinilai masih asal-asalan. belum dikemas sebagai paket wisata yang bisa mengundang wisatawan lebih banyak dan permanen. Target pengunjung Jawa Tengah, untuk wisatwan domestic sebanyak 33 juta, hingga 21 oktober tercapai 22 juta, tetapi 12 kabupaten belum masuk laporan.

Target wisatawan mancanegara sebanyak 420 ribu orang, sampai 21 Oktober sudah tercapai 453 ribu. Terjadi peningkatan luar biasa, itupun ada kabupaten yang belum masuk laporan. Sedangkan desa wisata saat ini sangat signifikan, sebagai penyumbang daya tarik wisatawan mancanegara. (Sit/Isw)