Masih Ada Panganan dan Obat Kadaluwarsa Diedarkan di Yogya

Dra I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt memberikan sosialisasi tentang panganan dan obat kadaluwarsa. (Salsabila Anissa)

YOGYA - (KRjogja.com) - Panganan dan obat kadaluwarsa yang tetap diedarkan masih ditemukan di Yogyakarta. Untuk itu Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPORA) di DIY mengajak masyarakat peduli terhadap pangan dan obat yang aman, Minggu (6/11/2016).

"Kami tidak bisa mengawasi sarana distribusi obat dan makanan yang begitu banyak. Untuk mengajak masyarakat peduli pangan dan obat, kami membuat tagline KIK yaitu Kemasan, Ijin edar, dan Kadaluwarsa," papar Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, Dra I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt, pada acara car free day Toegoe Jogja Festival di Jl Margoutomo. GNPORA sendiri merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Balai Besar POM.

Melalui sosialisasi tersebut, Ayu menghimbau remaja untuk tidak membeli obat atau kosmetik secara online. "By online tidak ada label BPOM nya, banyak yang tidak terdaftar di badan POM, riskan untuk kesehatan," sambung Ayu. Selain itu, warga agar tidak membeli obat sisa apalagi tanpa melihat tanggal kadaluwarsanya.

Ia juga menambahkan bahwa jika ada yg menemukan obat dan pangan tidak layak pakai, bisa dilaporkan ke GNPOPA atau dinas kesehatan dan puskesmas terdekat sesuai UU perlindungan konsumen. Obat yg layak pakai harus berlabel lengkap. "Obat itu harus ada label yg lengkap, jika tidak ada itu, pemerintah tidak menjamin bahwa obat tersebut layak pakai," tambah Ayu.

"Tugas produsen hanya menetapkan tanggal kadaluwarsa, yang memeriksa kelayakan obat masalah kadaluwarsa tetap masyarakat sendiri. Masyarakat harus peduli juga," papar Ayu. (Mg-07)

Tulis Komentar Anda