KPR MASIH JADI ANDALAN

Harga Properti Residensial di DIY Terus Naik

Istimewa

YOGYA (KRjogja.com) - Penggunaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi sumber pembiayaan dominan bagi konsumen dalam pembelian properti residensial di DIY. Harga properti residensial di DIY pun mengalami kenaikan terutama rumah tipe besar yang dipicu kenaikan harga bahan bangunan, upah pekerja dan biaya perizinan.

Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan mengindikasi Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Triwulan III tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Hal ini berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan BI DIY.

"IHPR tercatat tumbuh sebesar 0,30 persen (qtq) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan harga triwulan sebelumnya sebesar 0,18 persen (qtq). Namun secara tahunan harga properti residensial justru mengalami perlambatan pertumbuhan dari 1,60 (yoy) pada triwulan II 2016 menjadi 1,38 persen (yoy) pada triwulan III 2016," papar Hilman dikantornya, Rabu (02/11/2016).

Hilman mengatakan kenaikan harga rumah terendah terjadi pada rumah tipe kecil yaitu 1,02 persen, sementara rumah tipe besar mengalami kenaikan harga paling tinggi 1,70 persen berdasarkan tipe rumah.  Penggunaan KPR masih menjadi sumber pembiayaan dominan bagi konsumen dalam pembelian properti residensial dengan suku bunga rata-rata 9 persen sampai dengan 11,5 persen. Sedangkan dari sisi pengembang, dana internal masih menjadi sumber utama pembiayaan pembanguan properti residensial.

"Peningkatan harga properti residensial diperkirakan akan lebih tinggi pada Triwulan IV 2016 dibandingkan Triwulan II 2016. Kenaikan harga bahan bangunan, kenaikan upah pekerja dan kenaikan biaya perizinan merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial," tutur Hilman.  (Ira)

Tulis Komentar Anda