Kolom Magdalena Sukartono : Bisa Seperti Lala ?

Magdalena Sukartono

DI SETIAP perusahaan pasti ada yang disebut karyawan baru. Nah dari pengamatan saya, ada berbagai cara penempatan karyawan tersebut. Ada yang dibiarkan begitu saja mencari ruangan di mana ia ditugaskan. 

Dibiarkan untuk memperkenalkan diri baik kepada atasan langsungnya maupun rekan-rekan sekerjanya. Tapi
ada pula manajer SDM/HRD yang bagus. Memanggil atasan langsung karyawan baru yang akan ditempatkan itu atau memberitahukan tentang adanya karyawan baru di unit/bagiannya. 

Nah, si atasan langsung inilah yang kemudian  menjelaskan apa yang menjadi tugasnya (sesuai deskripsi tugas), menunjukkan meja kerjanya atau memperkenalkan kepada karyawan lama di unitnya. Yang ingin saya ceritakan di sini adalah bagaimana karyawan baru itu beradaptasi atau membaur dengan lingkungan kerjanya yang baru. 
Ada yang langsung bisa membaur, mampu berkenalan dengan karyawan lama dan merasa betah sehingga membuatnya enjoy. Tapi ada pula yang merasa canggung, tak cepat beradaptasi. 

Berbeda dengan yang saya lihat di CV Kairos Sukses Sejati Bantul, sebuah perusahaan tas ekspor dan mempunyai sekitar 200 pekerja. Ada seorang karyawati panggilannya LALA, yang baru bekerja 4 hari.

Yang menarik perhatian saya adalah karyawati ini tampak begitu enerjik, antusias dan seperti mereka yang sudah lama bekerja. Tidak merasa canggung. Meski kidal, tubuh yang atletis dan gaya yang tomboi, benar-benar membuat saya tertarik. Mengapa? Karena dalam waktu 4 hari dia mampu menjawab pertanyaan - pertanyaan saya.

Mampu menyampaikan hasil pengamatan terhadap lingkungan kerjanya, mampu menyampaikan pendapat dan saran. Bahkan mampu menilai kinerja rekan karyawan lama dan apa yang dibutuhkan mereka. Hebrink, kan ? Pasti jawabnya : yes,.. hebrink bingiitz deh cetaaar.!

Bicara tentang berbaur dan kemampuan menyesuaikan diri di lingkungan kerja yang baru memang ada kiat-kiatnya. Ada hal-hal yang perlu diketahui dan diperhatikan serta dilakukan setiap karyawan yang ingin merasa betah dan  enjoy dengan bidang tugasnya.

Dengan demikian bisa bekerja efektif dan produktif sesuai yang diharapkan perusahaan. Nah, bagaimana kiat membaur dengan lingkungan kerja yang baru ? 

1. Kita perlu bersikap positif. Memiliki keyakinan bahwa kita semua bisa meraih keberhasilan atau kesuksesan dengan memahami seni membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. 

2. Kita perlu memiliki sikap ramah dan rasa peduli (care) kepada pihak lain. 

3. Berpedoman bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. 

4. Mampu mendengarkan. Tidak selalu berbicara secara sepihak. 

5. Mampu menghargai perbedaan, baik perbedaan etnis, agama maupun organisasi politik. 

6. Bersikap terbuka dan siap memberi bantuan kepada yang memerlukan. 

7. Tidak mudah tersinggung, belajar memahami kebiasaan orang lain. 

8. Mampu menghargai kelebihan pihak lain dan mengakui kekurangan diri. 

9. Mampu dipercaya dan tidak menyebar gosip.

10. Mampu mengikuti trend yang sedang berlaku, membaur dengan komunitas, tapi untuk hal-hal prinsip tetap menjadi diri sendiri.  Last but not least, tetap pede dengan kelebihan yang dimiliki ! 

Cesar Chavez, pakar komunikasi mengatakan bahwa : Dalam membina hubungan yang baik, kita tidak boleh mengejar keberhasilan diri sendiri dengan mengabaikan kemajuan atau kepentingan komunitas di mana kita berada . Nah, bagaimana dengan Pembaca ? BISA SEPERTI  LALA ? 

Tulis Komentar Anda