Kolom Magdalena Sukartono : Yes, ESQ Memang Perlu !!!

Magdalena Sukartono

DALAM tayangan acara I'M POSSIBLE dari Merry Ryana dan James Gwee, ditampilkan beberapa ibu yang hebat luar biasa.Bukan hanya tahan banting tapi juga tahan batin. Mereka sudah menderita kanker stadium akhir, tapi dengan optimisme tinggi melalui berbagai cara pengobatan, akhirnya berhasil menikmati kembali kesehatannya. Bahkan tampak bugar dan ceria.

Dalam dunia kerja, sering terjadi berbagai tekanan dalam berbagai bentuk cara dan wujud kebijakan atasan. Saya sendiri pernah mengalami tekanan luar biasa, yang hampir membuat menyerah dan mengundurkan diri. 

Mendapat tekanan dan bahkan tudingan melakukan penyelewengan karena fitnah keji dari salah seorang atasan yang akhirnya mengakui kesalahannya bahwa ia telah salah manajemen. Dalam rapat yang dihadiri semua atasan, saya dituduh : tidak disiplin, tidak pernah membuat laporan keuangan dan menimbulkan kerugian. Anehnya saya tidak diberi kesempatan mengambil atau menunjukkan bukti laporan yang tertib dan justru ada saldo plus.

Duuuh. betapa tangan saya bergetar dan otot/syaraf tak terkendali dalam gerakan yang tak terkontrol yang harus saya derita bertahun-tahun. Bahu kanan saya kadang bisa tersentak sendiri dan selama beberapa bulan tidak bisa menandatangani surat atau ijazah para lulusan dengan benar sebagaimana mestinya.

Bersyukur akhirnya mereka minta maaf di depan saya dan seluruh staf. Meski badai sudah berlalu, saya mengalami tekanan hebat. Namun saya bersyukur bisa bertahan sampai tiba saatnya purna tugas. Lega karena semua akhirnya bisa terbukti bahwa saya tidak bersalah. 

Bahkan di kemudian hari saya bisa menghadiri satu demi satu pemakaman mereka yang memfitnah dan menudingkan jari telunjuknya sampai beberapa cm di depan wajah saya. Yang mencemarkan nama baik saya melalui media maupun perusahaan lain (Bank) dimana saya waktu itu juga merangkap jabatan. Puas rasanya karena saya bisa memaafkan kesalahan mereka. Ketahanan mental memang butuh persiapan iman, latihan berjuang dan daya tahan.

Seperti yang dikatakan Jakoep Ezra (Success Through Character) ada 5 kiat mengatasi kesulitan hidup. Terlebih dahulu kita perlu memiliki karakter yang benar yaitu : 

a). Daya Tahan. Kualitas daya tahan tidak muncul dengan tiba-tiba, melainkan melalui proses pengalaman, kegagalan & penderitaan. 

b). Kreativitas. Memiliki kebiasaan mencermati segala sesuatu dilandasi maksud dan cara yang benar akan menolong kita menemukan solusi disaat yang sulit. 

c). Harapan. Menjauhkan diri dari putus asa dengan meningkatkan kehidupan rohani dan mempertebal iman.

Selanjutnya 5 kiat untuk mengatasi kesulitan hidup yaitu : 
1). Mengetahui 'Gambaran Besar'. Jangan tergesa-gesa menyimpulkan, tetapi kita perlu memandang permasalahan secara luas dan mengetahui inti/tujuannya. 

2). Memandang kesulitan sebagai tantangan bukan hambatan. 

3). Mengenal titik kritis pribadi kita. Caranya meluangkan waktu untuk introspeksi diri dan mengakui
kelemahan yang membuat kegagalan kita. 

4). Mengatur prioritas hidup kita. Prioritas yang diatur secara tepat dan seimbang
merupakan tindakan bijaksana mengatasi tantangan dan kesulitan.

5). Bergabung dengan komunitas yang membangun. Memilih lingkungan orang-orang yang berpikir positif, memiliki motivasi dan daya juang. Karena hal ini akan membangun keyakinan dan harapan. Pantang menyerah dalam mencapai tujuan. 

Menurut saya, untuk bisa melakukan semuanya itu kita perlu belajar meningkatkan
ESQ. YES, ESQ MEMANG PERLU..!!!

Tulis Komentar Anda