KR 71 TAHUN YANG LALU

Pertempuran di Surabaya, 'JANGAN MOENDOER SELANGKAH !'

Koran KR edisi 28 Oktober 1945.

SETELAH Jepang menyerah pada sekutu, pada 25 oktober 1945 Brigade 49 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal A WS Mallaby tiba di Surabaya melalui laut. Brigade ini adalah bagian dari divisi India ke-2, di bawah pimpinan Jenderal DC Hawthorn.

Kedatangan mereka ke Surabaya untuk melucuti tentara Jepang dan mengurusi tawanan sekutu. Tidak kurang 6.000 pasukan yang sebagian besar perwiranya orang Inggris dan prajuritnya adalah orang-orang Gurkha dari Nepal menjadi kekuatan sekutu.

Kedatangan pasukan sekutu ke Surabaya saat itu sebenarnya tidak mendapatkan simpati dari masyarakat maupun pemerintah Jawa Timur di bawah pimpinan gubernur RMTA Suryo. Akhirnya dibuatlah kesepakatan antara wakil-wakil pemerintah RI dan Brigjen AW.S Mallaby yang berisi :

Inggris berjanji mengikut sertakan Angkatan Perang Belanda.
Disetujui kerjasama kedua belah pihak untuk menjamin keamanan dan ketentraman.
Akan dibentuk kontak biro agar kerja sama berjalan lancar.
Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang.

Kesepakatan tersebut ternyata hanya di atas kertas. Pada 26 Oktober 1945 pasukan sekutu melakukan penyergapan ke penjara Kalisosok, membebaskan para tawanan Belanda, diantaranya Kolonel Huiyer. Inggris yang sebelumnya hanya akan melucuti senjata Jepang, justru menyebar pamflet-pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata mereka.

Hal tersebut membuat marah rakyat Surabaya dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Apalagi di halaman yang sama pada headline KR juga memberitakan tentang perwakilan Inggris yang menghormati kedaulatan Indonesia.

 

Kesewenang-wenangan tentara Inggris ditanggapi oleh rakyat dan tentara Indonesia. Pertempuran meletus di berbagai tempat di Surabaya pada 27 Oktober 1945. Di Koran KR edisi 28 Oktober 1945 tertulis bagaimana pejuang dan rakyat Surabaya menguasai obyek-obyek vital seperti Jembatan Wonokromo. Di Koran KR, disebutkan Presiden Sukarno mendatangi Surabaya untuk meredakan situasi.

Akhirnya disepakatilah gencatan senjata. Namun dalam situasi tersebut, terjadi pertempuran yang mengakibatkan Jendral Mallaby tewas pada 30 Oktober 1945. Meningganya jendral yang belum lama tiba di Surabaya inilah yang dikemudian dijadikan alasan oleh Inggris untuk mengerahkan puluhan ribu serdadu Inggris dan menyerang besar-besaran Surabaya hingga puncaknya terjadi pada 10 November 1945. (Apw)

Tulis Komentar Anda