HARI INI 71 TAHUN YANG LALU

KR Memuat Resolusi Jihad NU

Koran KR bertanggal 26 Oktober 2016 yang memuat Resolusi Jihad.

KORAN Kedaulatan Rakyat edisi Jumat 26 Oktober 1945 memuat tuntutan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama agar pemerintah mengambil tindakan yang sepadan dengan kehadiran kembali di Indonesia yang membonceng tentara sekutu. Di Koran KR tuntutant yang dikenal sebagai Resolusi Jihad tersebut berada di halaman 1 bagian bawah.

Di halaman yang sama bagian atas Koran KR membuat judul 'Pertahankanlah Sendjata Sampai Kemerdekaan Indonesia diakoei'. Sebagai koran perjuangan, KR yang lahir 27 September 1945 saat itu menjadi salah satu media propaganda mempertahankan kemerdekaan.

Resolusi Jihad sendiri dikeluarkan berdasarkan keputusan yang dihasilkan dari Rapat Besar Konsul-konsul Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa dan Madura, 21-22 Oktober di Surabaya, Jawa Timur. Resolusi jihad ini yang kemudian semakin mendorong semangat umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari rongrongan Belanda yang mencoba masuk kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan sekutu.

Melalui konsul-konsul yang datang ke pertemuan tersebut, seruan ini kemudian disebarkan ke seluruh lapisan pengikut NU khususnya dan umat Islam umumnya di seluruh pelosok Jawa dan Madura. Koran KR memuat resolusi tersebut tanggal  Jumat Legi, 26 Oktober 1945.

Ini Isi lengkap seperti yang termuat di KR saat itu dengan ejaan lama.

Dalam ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan

Bismillahirrahmanirrahim

Resolusi
Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsul-konsul) Perhimpunan Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di Surabaya:Mendengar:

Bahwa di tiap-tiap daerah di seluruh Jawa-Madura ternyata betapa besarnya hasrat ummat Islam dan Alim ulama di tempatnya masing-masing untuk mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA. Menimbang:

a. Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum AGAMA ISLAM, termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam.

b. Bahwa di Indonesia ini warga Negaranya adalah sebagian besar terdiri dari Ummat Islam.

Mengingat:
a. Bahwa oleh pihak Belanda (NICA) dan Jepang yang datang dan berada di sini telah banyak sekali dijalankan banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman umum.

b. Bahwa semua yang dilakukan oleh semua mereka itu dengan maksud melanggar Kedaulatan Republik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali menjajah di sini, maka di beberapa tempat telah terjadi pertempuran yang mengorbankan beberapa banyak jiwa manusia.

c. Bahwa pertempuran-pertempuran itu sebagian besar telah dilakukan ummat Islam yang merasa wajib menurut hukum agamanya untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanya.

d. Bahwa di dalam menghadapi sekalian kejadian-kejadian itu belum mendapat perintah dan tuntutan yang nyata dari Pemerintah Republik Indonesia yang sesuai dengan kejadian-kejadian tersebut.

Memutuskan:

1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia supaya menentukan suatu sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap usaha-usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan Negara Indonesia, terutama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannya.

2. Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam. (*)

Baca Juga :

Menag Tegaskan Hari Santri Bukan Milik NU Saja

Hari Santri Nasional, Santri Gelar Performance di Kolam Ikan

Tulis Komentar Anda