Berburu Sampai Surabaya, 'BSA Mayat' Ini Akhirnya Jadi Milik Sugeng

BSA Mayat salah satu koleksi langka milik Sugeng. (Foto: Sulistyanto)

SUGENG warga kawasan Jalan Kaliurang Sleman senang mengoleksi mobil maupun sepeda motor klasik. Salah satu motor klasik koleksinya, yakni BSA M21, konon pernah digunakan untuk mengangkut mayat sehingga sering disebut BSA Mayat.

Ia mengklaim di Indonesia hanya ada satu yang mengoleksi, tak lain hanya di tempatnya. Motor klasik ini dibuat di Inggris 1957 silam, lalu ada lembaga urusan kematian di Belanda memesan serta dilengkapi dengan sespan yang bisa untuk menempatkan mayat maupun obat-obatan. Dalam perkembangannya, motor ini bisa dibeli serta dikoleksi penggemar motor klasik di sejumlah negara.

“Saya  mendapatkan BSA Mayat ini dari penggemar motor klasik di Surabaya, sekitar enam tahun lalu,” jelas Sugeng, Senin (10/10/2016).

Menurutnya, BSA dengan kekuatan 600 CC tersebut dibeli dengan harga Rp 30 juta. Pemiliknya yang di Surabaya sudah merasa jenuh memiliki, lalu segera ia ‘melamar’ untuk bisa mengoleksinya. Selain unik dan langka, bapak dari tiga anak ini pun meyakini motor BSA lebih tangguh serta kuat, terutama bagian mesin maupun bodinya. Tak jauh beda dengan BSA M21, motor AJS buatan Inggris juga diyakini mempunyai mesin yang tangguh. Apalagi yang 500 cc cukup langka pemiliknya.

Semantara motor klasik AJS dibelinya dari orang Kalimantan sekitar tiga lalu. Harga Rp 45 juta sudah termasuk ongkos pengiriman menggunakan kapal dan ia mengambilnya di pelabuhan kawasan Semarang Jawa Tengah. Sebelum dimiliki orang Kalimantan, motor AJS ini pernah dimiliki orang Malaysia. Saat ada touring penggemar motor klasik, ia biasa menggunakan AJS maupun BSA.  Bahkan yang BSA pernah dikendarai touring sampai Aceh bersama lima orang penggemar motor klasik asal DIY.

“Baik motor maupun mobil klasik yang sudah saya miliki tak ada rencana untuk dijual. Semua saya koleksi dan memberi kepuasan tersendiri,” papar Sugeng. (Yan)

Tulis Komentar Anda