SMK Negeri 2 Yogya Terima Bantuan Mitsubishi

Kepala Disdikpora DIY, Drs Kadarmanto Baskara Aji menyerahkan bantuan kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kota Yogya, Drs Sentot Hargiardi MM secara simbolis. Foto: Ardhike Indah

YOGYA (KRjogja.com) - SMK Negeri 2 Kota Yogya menerima bantuan dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, distributor resmi Mitsubishi di Indonesia. Bantuan tersebut berupa satu unit kendaraan penumpang Mitsubishi, satu unit mesin kendaraan, satu set peralatan otomotif (Caddy & Tools) dan pelatihan otomotif M-STEP I untuk siswa terpilih.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kota Yogya, Drs Sentot Hargiardi MM mengatakan ini merupakan bentuk kerjasama antara sekolah dan perusahaan guna memberikan pelatihan dan kesempatan kerja bagi siswa. "Pelatihan ini sudah masuk ke kurikulum sekolah, hasil pendidikan dan latihan (diklat) guru bersama dengan perusahaan beberapa bulan lalu," ungkapnya saat ditemui KRjogja.com dalam acara 'Handover Mitsubishi School Program dan Seminar New Technology Mitsubishi' di SMK Negeri 2 Kota Yogya, Jumat (7/10/2016). Ia menambahkan segenap pengajar di SMK Negeri 2 Kota Yogya juga melatih sikap anak-anak didiknya agar siap kerja, salah satunya tepat waktu dan tepat pakai.

"Kami mengajari anak-anak untuk disiplin, misalnya masuk sekolah jam 06.45, datang lebih dari jam itu, kami akan konfirmasi ke orangtuanya," tambahnya. Sentot mengharapkan SMK Negeri 2 Kota Yogya bisa menjadi salah satu sekolah pemasok mekanik di Mitsubishi. Sekolah yang terletak di Jalan A.M Sangaji No. 47 Kota Yogya itu merupakan satu-satunya SMK di DIY penerima bantuan tersebut.

Dadang Sutisna, Kepala Departemen Strategi dan Perencanaan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor menambahkan perusahaannya membutuhkan banyak mekanik guna meningkatkan produksi Mitsubishi. Sehingga, perusahaan menggelar pelatihan bagi siswa-siswa SMK yang diberi nama 'Mitsubishi Service Technician Education Program' (M-STEP) tingkat I. Program M-STEP I ini merupakan keterampilan teknik dasar otomotif dan perogram wajib mekanik Mitsubishi di seluruh dunia.

"Tahun 2016 ini, dari 128 siswa sudah mengikuti pelatihan M-STEP I, setidaknya ada 60% yang sudah terserap kerja di perusahaan," tuturnya. (*-1)

Tulis Komentar Anda