Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 05 Oktober 2016 / 19:25 WIB

Digelar Sederhana, Prosesi Hari Jadi Purworejo Khidmat

PURWOREJO (KRjogja.com) – Kendatipun berlangsung secara sederhana, namun perayaan dan prosesi Hari Jadi Kabupaten Purworejo yang ke-1115 tahun 2016 berjalan dengan khidmat. Puncak perayaan ini digelar di pelataran Kayu Ara Hiwang di Desa Boro Wetan Kecamatan Banyuurip, Rabu (5/10) sore, tempat ditemukannya Prasasti Kayu Ara Hiwang.

Puncak perayaan ini ditandai dengan gelar Sendratari Bumi Kayu Ara Hiwang yang menggambarkan sebuah dataran dekat hutan di tepi Bengawan Watukura atau Sungai Bogowonto dengan kehidupan yang tenang dan damai. Namun tiba-tiba datang pasukan raksasa siluman yang merusak tatanan lingkungan dengan angkara murkanya. Mereka dapat dikalahkan Mpu Sang Grama Surandara. Dibawah kepemimpinannya, rakyat sepakat untuk memperbaiki kesalahan dan bekerja membangun desa.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Situasi ini didengar Raja Mataram Sri Maharaja Dyah Balitung hingga berkenan menganugerahkan Desa Kayu Ara Hiwang menjadi Shima atau daerah perdikan yang bebas pajak.

Melihat sejarah perjuangan masyarakat itu, Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur. Meskipun kegiatan ini digelar setiap tahun, dan tahun ini diselenggarakan secara sederhana, namun tidak mengurangi makna dan semangat.

“Apalagi prosesi Bumi Kayu Arahiwang menjadi Shima ini, merupakan salah satu tanda bahwa wilayah ini merupakan daerah yang memiliki budaya luhur dan menjadikan jatidiri masyarakat Purworejo yang suka bekerja keras,” tegasnya. (Nar)