Politik & Hukum

KPU Mulai Penghitungan Suara Pukul 13.30


Tomi Sujatmiko | Senin, 7 April 2014 | 21:05 WIB | Dibaca: 417 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto : Istimewa/Setkab.go.id)

JAKARTA (KRjogja.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan kembali ketentuan mengenai waktu dimulainya pelaksanaan penghitungan surat suara hasil pemilihan legislatif (Pileg) di Tempat Pemungutan Suara (TPS), bahwa sesuai Pasal 44 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013, dilakukan pada 9 April 2014, pukul 13.30 waktu setempat.

Ketua KPU Husni Malik dalam suratnya kepada Ketua KPU Provinsi/KIP Aceh dan Keta KPU Kabupaten/Kota/KIP Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, tanggal 4 April 2014 mengakui, ketentuan tersebut berbeda penuangannya dalam Formulir Model C yang menyebutkan penghitungan suara  dimulai pukul 13.00 waktu setempat. Disamping itu, dalam Formulis Model C6 juga tertulis bahwa waktu pelaksanaan pemberian suara dimulai pukul 07.00 sampai dengan selesai.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kepastian wakti dimulainya pelaksanaan penghitungan suara tetap mendasarkan Pasal 44 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013, yaitu dimulai pukul 13.30 waktu setempat. Sedangkan pelaksanaan pemberian suara tetap dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan 13.00 waktu setempat,” tulis Husni dalam poin nomor 2 (dua) suratnya bernomor 273/KPU/IV/2014 itu demikian dilansir dari laman resmi Setkab, Senin (07/04/2014).

Terhadap Formulir Model C dan Model C6 yang telah dicetak oleh KPU dan KPU Provinsi/KIP Aceh, menurut Husni, tindakan yang perlu dilakukan adalah dengan mencoret perkataan “pukul 13.00” diganti dengan “pukul 13.30” pada Formulir C, selanjutnya diparaf oleh Ketua atau Anggota KPPS.

Adapun pada Formulir Model C6, menurut Ketua KPU Husni Kamil Malik, perkataan “pukul 07.00 sampai dengan selesai” diganti dengan “pukul 07.00 s/d 13.00”. Selanjutnya, diparaf oleh Ketua atau Anggota KPPS.

“Untuk lebih memastikan bahwa koreksi pembetulan tersebut telah dilakukan, diminta kepada KPU Kabupaten/Kota/KIP Kabupaten/Kota memberikan penjelasan secara tertulis kepada Ketua KPPS sebelum pelaksanaan pemungutan suara,” pungkas Husni. (*)