Kota Yogyakarta

Keluarga di Krapyak Bantah Tanah Hasil Pencucian Uang


Ivan Aditya | Sabtu, 8 Maret 2014 | 12:24 WIB | Dibaca: 1098 | Komentar: 0

Sebidang tanah ujung jalan Jogokaryan, Mantrijeron, Yogyakarta yang disebut-sebut milik Anas Urbaningrum. (Foto : JH Kusmargana)

YOGYA (KRjogja.com) - Pihak keluarga Anas Urbaningrum membantah jika tanah seluas 7.670 meter persegi di Krapyak, Mantrijeron, Yogyakarta dan seluas 200 meter persegi yang berada di Panggungharjo, Sewon, Bantul disebut-sebut hasil tindak pidana pencucian uang. Sepupu Anas, Kyai Afif Muhammad Hasbullah menyatakan, tanah di dua tempat tersebut merupakan milik pimpinan Pondok Pesantren Ali Maksum, KH Attabik Ali yang tak lain mertua Anas.

"Semua orang Krapyak sini sudah tahu tanah itu milik KH Attabik. Beliau kan tanahnya dimana-mana karena usahanya juga banyak. Itu sudah lama, bahkan sebelum Anas itu (menjabat anggota DPR dan Ketua Umum Partai Demokrat)," katanya Sabtu (08/03/2014).

Afif sendiri mengaku belum mendapat informasi resmi dari KPK terkait penyitaan tersebut. Ia justru mengetahui setelah media banyak memberitakan perihal penyitaan aset milik sepupunya tersebut.

Diberitakan, juru bicara KPK Johan Budi mengelurkan pernyataan telah menyita tanah atas nama KH Attabik Ali yang tak lain mertua Anas Urbaningrum terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang. Lokasi tanah tersebut juga berada di kompleks pesantren Ali Maksum Krapyak milik KH Attabik Ali. (M-1)