Kedu Utara

“AIDS SASTRO” Go Internasional

SMPN 3 PAKIS Banggakan Magelang


Agus Sigit | Selasa, 18 Februari 2014 | 20:08 WIB | Dibaca: 786 | Komentar: 0

MUNGKID (KRjogja.com) - SMP Negeri 3 Pakis Kabupaten Magelang menorehkan prestasi luar biasa. Sekolah yang berada di lereng Gunung Merbabu dan boleh dibilang terpencil tersebut, meraih prestasi tingkat internasional. Film “Aid Sastro” (AS), sebuah film pendek karya guru-guru dan siswa-siswa sekolah ini memenangkan Festival Film Syair, sebuah festival film penerangan tentang virus HIV-Aids yang diselenggarakan oleh Syair Untuk Sahabat Foundation. Syair Untuk Sahabat Foundation atau Syair.org adalah yayasan kepedualian terhadap AIDS.

AS menyisihkan 123 film lainnya dari� tujuh negera, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Selandia Baru, India, Bangladesh, Mesir, dan Syiria. Dengan kemenangannya itu, AS berhak atas hadiah uang senilai dua puluh juta rupiah.

Email resmi yang dikirimkan ke SMP Pakis oleh Syair.org menyebutkan, keunggulan AS terletak pada penggambaran konflik yang cukup kuat dan sangat mencerminkan kesalahpahaman tentang AIDS di masyarakat di samping para aktor yang sangat bagus dan wajar. “AS sendiri bercerita tentang seorang guru. Sastro-diperankan oleh Heri Susanto, yang terinvekasi virus HIV. Istri, teman guru, siswa, bahkan masyarakat memusuhi dan bermaksud mengusir dari sekolah dan kampungnya,” kata Kepala SMP Negeri 3 Pakis, Supriyanto, Selasa (18/2).

Terkait prestasi tersebut, pihaknya menyambut gembira. Pasalnya, AS adalah film yang pertama kali dibuat sekolahnya. Sedang pembuatan film itu sendiri, tidak semata-mata untuk lomba, tetapi merupakan media pembelajaran para siswa dan guru ditempat tersebut. “Tidak selamanya guru harus menerangkan di kelas. Media pembelajaran akan membantu agar pembelajaran lebih menarik dan efektif,” katanya.

Karena itu, ia berharap prestasi ini menjadi pemicu dan pemacu untuk pembuatan media pembelajaran yang kreatif demi pelayanan terbaik terhadap para siswa dalam pembelajaran.Kedepan, film ini akan dijadikan sebagai media sosialisasi tentang AIDS di sekolah-sekolah. “Syair.org masih berharap ada penambahan adegan untuk memperjelas konsep tentang tertularnya penyakit ini,” ungkapnya. (Bag)