Kedu Selatan

Penasehat Hukum Minta 11 Penganiaya Dibebaskan


Danar Widiyanto | Jumat, 18 Oktober 2013 | 14:10 WIB | Dibaca: 608 | Komentar: 0

Terdakwa penganiaya yang menewaskan Yulianto dalam persidangan. (Foto: Jarot S)

PURWOREJO (KRjogja.com) - Penasehat hukum sebelas terdakwa penganiaya hingga menewaskan Yulianto, Bambang Tjatur Iswanto SH MH, meminta mereka dibebaskan dari tuntutan. Proses penyidikan atas kasus itu dinilai melanggar Kitab Undang-undag Hukum Acara Pidana (KUHAP).
 
Bambang Tjatur mengemukakan, penyidik melanggar Pasal 56 Ayat 1 dan 2 KUHAP. "Seharusnya kasus dengan ancaman pidana sedikitnya lima tahun, pengacara wajib mendampingi terdakwa selama penyidikan oleh polisi," tegasnya saat dihubungi KRjogja.com, Jumat (18/10/2013).
 
Sebelum dibela Bambang, sudah ada penunjukan pengacara asal Purworejo untuk mendampingi para terdakwa. Namun, kata Bambang, pengacara itu nyatanya tidak pernah mendampingi selama pemeriksaan dan hanya tanda tangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
 
Namun upaya membebaskan dari tuntutan bukan berarti menutup perkara itu. "Kalau sudah dibebaskan dari tuntutan, silakan terdakwa disidik ulang dan didampingi pengacara, lalu diajukan lagi ke pengadilan," ucapnya.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Bambang Tjatur Iswanto SH MH mengemukakan, sepuluh terdakwa akan mengajukan banding, sedangkan Tutur menyatakan menerima putusan. "Kabarnya jaksa yang akan banding atas putusan hakim terhadap terdakwa Tutur," ungkapnya.

Secara hukum pidana, perbuatan terdakwa melanggar dan tidak bisa dibenarkan sehingga pantas dihukum. Namun penegak hukum telah melanggar Pasal 56 Ayat 1 dan 2 KUHAP karena terdakwa yang terancam hukuman 5 tahun tidak didampingi penasehat hukum selama penyidikan.

"Ada surat penunjukkan penasehat hukum sebelum saya, namun yang bersangkutan tidak mendampingi, hanya tanda tangan berita acara pemeriksaan (BAP) saja. Seharusnya terdakwa dibebaskan, lalu diulang lagi pemeriksaan dan dibuat BAP, baru disidangkan," tegasnya.

Sepuluh terdakwa terdiri atas Slamet alias Kojrong ,Wagiman, Maniso alias Sondeng, Joko Susilo, Biyun, Bino Sulistiyo, Mariyanto, Taat Pribadi, Henggar Nurado dan Sugiyono yang dijatuhi hukuman 5 tahun, menyatakan akan banding. Sementara Tutur alias Kantil 2 tahun dipotong masa penahanan, menerima putusan itu.

"Akan kami siapkan banding, sehingga putusan itu belum bekekuatan hukum tetap. Sementara untuk Tutur, jaksa yang akan banding karena menilai vonis terlalu rendah, jadi kami hadapi," tandasnya.(Jas)