Kulonprogo

Ombak Besar Laut Selatan Membuat Takut Pembudidaya Tambak Udang


Danar Widiyanto | Jumat, 11 Oktober 2013 | 18:34 WIB | Dibaca: 1043 | Komentar: 0

Heri Susanto di tambak Udang Vaname miliknya di Pantai Kadilangu Desa Jangkaran Temon. (Foto: Asrul Sani)

TEMON (KRjogja.com) - Hantaman ombak besar laut selatan Kabupaten Kulonprogo telah menyebabkan abrasi, garis garis pantai bergeser ke daratan hingga mencapai 15 meter. Kondisi tersebut menjadi menjadi ancaman bagi pembudidaya tambak jenis Vaname di sepanjang pantai Pasir Kadilangu dan Pasir Mendit Desa Jangkaran, Kecamatan Temon.

Salah seorang petani tambak, Wanto kepada KRjogja.com di Pasir Kadilangu mengungkapkan, ketinggian gelombang laut selatan sempat melebihi ketinggian pantai.

"Sebagian limpahan air laut masuk ke tambak. Tetapi udang yang masih dalam pembesar di tambak masih aman dan tidak sampai hanyut," katanya, Jumat (11/10/2013).

Menurutnya, ombak besar merupakan kejadian rutin sepanjang tahun setiap memasuki bulan 'kapat' atau bulan ke empat tahun Jawa. Hantaman ombak tersebut menyebabkan abrasi di sepanjang pantai, masuk ke daratan hingga 15 meter. Selain terjadi abrasi sepanjang pantai di kedua wilayah tersebut, katanya memunculkan saluran baru di muara Sungai Bogowonto yang terletak di sebelah timur kawasan tambak. Bangket muara berada di tengah aliran sungai.

Sementara itu petugas tiket di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) objek wisata (obwis) Pantai Congot Supino (50) mengatakan, ombak laut selatan yang mengalami peningkatan beberapa hari terakhir memang sempat naik sampai melewati jalan aspal di pinggir pantai tersebut. Meski demikian air laut tidak menimbulkan kerusakan warung maupun kamar mandi umum yang ada di obwis Pantai Congot.

"Saya memang tidak melihat langsung air laut naik karena kejadiannya malam, tapi kalau dilihat dari bekasnya, air laut sudah melewati jalan aspal yang ada di sebelah utara warung-warung itu," kata Supino didampingi petugas lain Mahzum (48), menambahkan sehari setelah disapu air laut, lantai sejumlah warung di Pantai Congot masih basah.

Selain pedagang, para pemilik tambak udang jenis Vaname di sebelah timur Sungai Bogowonto tepatnya kawasan Pasir Padilangu merasa was-was dengan ancaman ombak besar laut selatan. Apalagi ketika terjadi ombak besar, air laut sempat masuk ke puluhan petak tambak. "Kalau kemarin air laut memang masuk tambak, tapi tidak sampai menjebol tanggul," ujar salah satu pemilik tambak Heri Susanto.

Dijelaskan, kalau sampai ombak laut menjebol tanggul, maka puluhan pembudidaya udang di sana akan mengalami kerugian cukup banyak mencapai miliaran rupiah. Apalagi udang yang ada saat ini masih kecil-kecil sehingga belum bisa dipanen. Ditambahkan saat ini harga udang Vaname sedang bagus-bagusnya, untuk yang ukuran 100 harganya mencapai Rp 60 ribu per kilogram. "Satu-satunya cara kami mengantisipasi ancaman ombak besar adalah membuat tanggul pasir yang dimasukkan ke dalam karung lebih tinggi lagi," tuturnya.

Pembudidaya tambak tidak mungkin melakukan panen lebih cepat, lantaran udang yang ada di kolam saat ini masih terlalu kecil. "Mustahil kami memanen lebih awal, sebab udangnya masih kecil-kecil," tandas pegawai Tambak Udang Bina Mina Lestari, Adang. (Ras/Rul)