Solo

DIDUGA GELAPKAN DANA HAJI

Dirut "YAS" Dipolisikan


Yon Haryono | Rabu, 9 Oktober 2013 | 00:10 WIB | Dibaca: 1374 | Komentar: 0

ilustrasi

KLATEN (KRjogja.com) - Direktur Utama (Dirut) Yayasan Asy Syifa (YAS) Sur, dilaporkan ke Polres Klaten atas dugaan penipuan dan penggelapan uang milik peserta arisan haji dan para nasabahnya.Kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut bermula ketika para nasabah mendaftarkan sebagai peserta arisan haji ke Asy Syifa, yayasan yang bergerak dalam bidang perdagangan, unit simpan pinjam (USP) dan arisan haji.

Ada sebanyak 137 peserta arisan haji sudah menyetrokan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah ke yayasan yang berkantor di Sekarsuli, Klaten Utara itu. Mereka mendaftar sebagai peserta haji sejak 2012 silam.Namun ditengah perjalanannya, peserta arisan haji urung mendapatkan kursi haji setelah dana tersebut oleh Yayasan Asy Syifa tidak disetorkan ke Bank Syari’ah Mandiri (BSM) Cabang Pembantu Klaten. Bahkan peserta arisan haji diminta untuk membayar lagi.

“Pak Sur menjanjikan kursi haji pada 2013. Tapi ternyata mengingkari. Bahkan, kami dikatakan memiliki hutang dan bunga yang harus kami bayar. Saya tentu kaget mengetahui hal itu,” ujar Astuti, salah satu peserta arisan haji asal Kecamatan Ceper, Klaten di depan wartawan Selas (08/10/2013).

Menurut Astuti, dirinya bersama suaminya telah membayar dana awal haji sebesar Rp51 juta dan Rp1 juta sebagai pembukaan rekening ke Yayasan Asy Syifa. Pembayaran itu sudah dilakukan pada Juli 2012 silam. “Ternyata uang Rp51 juta itu oleh Asy Syifa tidak disetorkan seluruhnya ke BSM Cabang Pembantu Klaten. Tapi yang disetorkan hanya masing-masing Rp5,5 juta sebagai dana talangan haji. Sehingga kami dijanjikan berangkat haji tahun 2022,” tuturnya.

Astuti mengatakan, pendaftaran haji dengan dana talangan yang diajukan Yayasan Asy Syifa ke BSM tersebut tanpa sepengetahuan dirinya dan suaminya.“Kami dan peserta arisan haji lainnya pernah menanyakan dan meminta kembali uang kami. Tapi sepertinya tidak ada itikad baik dari pihak yayasan,” tegasnya.

Keluhan senada juga dirasakan, Yanto (35), salah satu nasabah tabungan. Dia mengaku sudah tidak bisa lagi mengambil uang tabungan miliknya sebesar Rp 2,5 juta yang disimpan di Yayasan Asy Syifa. “Pernah saya tanyakan ke Pak Sur selaku pimpinan yayasan. Katanya, uang tabungan nasabah belum bisa dicairkan,” ujarnya.

Atas kekecewaan tersebut, peserta arisan haji dan nasabah melaporkan Direktur Utama Yayasan Asy Syifa, Sur ke Mapolres Klaten atas dugaan penipuan dan penggelapan. Hingga kini Sur tidak diketahui keberadaannya. Sedangkan kantor Yayasan Asy Syifa yang dikelolanya sudah tutup.

Kapolres Klaten, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, melalui Kasatreskrim, AKP Danu Pamungkas, membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan Yayasan Asy Syifa. “Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan petugas. Selanjutnya kami akan memanggil saksi-saksi, korban dan terlapor,” katanya.(*-7)