Berita

IQ Tinggi Apakah Menjamin Studi Sukses?


Agus Sigit | Senin, 26 Agustus 2013 | 18:58 WIB | Dibaca: 186 | Komentar: 0

JAKARTA (KRjogja.com) - Banyak studi menunjukkan, IQ yang tinggi tak menjadi jaminan kita dapat sukses dalam hidup dan studi. Tapi sebenarnya, apakah IQ tinggi menjamin sukses?

Setidaknya, hal itu terungkap dalam pemaparan materi yang memotivasi mahasiswa baru (maba) untuk bisa meraih sukses di masa studi perkuliahan mereka. Sang pemateri itu berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, Ph.D.

"Agar kita sukses di perkuliahan, yang pertama kali adalah manajemen waktu. Do not wait 'till tomorrow what you can do today," ujar Mudrajad, seperti disitat dari laman UNY, Senin (26/8/2013).

Kegiatan yang dilakukan ini sebagai pamungkas Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (ospek) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Jumat lalu yang ditutup dengan semarak. Hal itu tampak di berbagai fakultas, salah satunya di Fakultas Ekonomi (FE) UNY.

Mengusung tema "Membentuk Ekonom Berkarakter dan Berjiwa Entrepreneur", panitia ospek Fakultas menggelar Capita Selecta. Dengan Curriculum Vitae (CV) yang tak diragukan lagi kualitasnya, beliau menjadi pemateri tunggal di hadapan kurang lebih 600 mahasiswa baru Fakultas Ekonomi.

"Kita harus selalu berusaha meraih IP tinggi, jadilah yang terbaik, dan hindari sikap 'asal lulus' dan 'marginalis' karena sikap ini akan menghambat,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa para maba mau menjadi aktivis kampus. "Ikut lah organisasi, agar kita punya pengalaman memimpin dan bekerja dalam tim. Selain itu, kita juga bisa memperoleh dan mengasah kemampuan softskills kita di dalamnya, termasuk berorasi dan beretorika," ungkapnya.

Kemudian, IQ tinggi tidak menjamin untuk sukses dalam hidup maupun studi, setibanya mulai kuliah nanti, agar maba untuk itu kegiatan-kegiatan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk mengasah bakat dan minat.

"Kenali bakat dan talenta Anda. Karena, IQ tinggi bukan jaminan sukses dalam hidup dan studi. Mungkin ada yang berbakat jadi penulis, seniman, atau wirausahawan," tutur lulusan S3 University of Melbourne, Australia itu.

Dalam sesi tanya jawab, ada maba yang menceritakan keinginan terpendamnya untuk berwirausaha namun tidak disetujui oleh orangtuanya, sehingga terpaksa kuliah.

Kepada mahasiswa ini, Mudrajad menasihati bahwa membuktikan diri kepada orangtua maba tersebut untuk berwirausaha dan pastinya harus berhasil, ketika sukses, orangtua pun pasti bangga dan otomatis setuju dalam pilihan hidupnya.

"Kalau Anda memang merasa demikian, buktikan kepada orangtua bahwa Anda memang mampu berwirausaha. Lalu sukseslah di dalamnya. Dan tentu akan lebih baik lagi kalau Anda sukses berwirausaha dan masih tetap mampu menyelesaikan studi ini dengan baik. Tentu orangtua akan lebih berbahagia dan bangga terhadap Anda," pungkasnya. (Okz/Git)