Solo

Hotel Brothers Solo Baru, Bermasalah


Yon Haryono | Kamis, 22 Agustus 2013 | 01:39 WIB | Dibaca: 1158 | Komentar: 0

Pembangunan Hotel Brothers di Solo Baru Grogol. Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (KRjogja.com)- Pembangunan Hotel Brothers di Solo Baru Grogol dinilai menyalahi aturan. Mereka bahkan melalui PT Pondok Solo Permai (PSP) mengaku telah melakukan praktek curang dalam proses perizinan, dengan tidak meminta persetujuan warga. Hal tersebut terungkap dalam rapat bersama dengan beberapa pihak terkait di gedung DPRD, Sukoharjo, Rabu (21/08/2013) sore.

Rapat diikuti pihak pemilik dan manajemen Hotel Brothers, PT PSP, warga, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), Bagian
Pemerintahan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Komisi I DPRD Sukoharjo. “Kami akui dalam mengurus izin untuk pembangunan Hotel Brothers sesuai diamanatkan kepada kami dari manajemen memang salah, karena untuk mengejar target
pembangunan dan mengabaikan warga dengan tidak meminta izin lebih dahulu,” ujar General Manajer PT PSP, Ato Priyatno dalam rapat.

Ato sendiri mengakui, tanah yang dipakai untuk pembangunan Hotel Brothers merupakan milik PT PSP. Hotel Brothers sendiri
merupakan bagian dari PT PSP sebagai bagian dari pengembangan kawasan Solo Baru. Saat pembangunan itu pihak hotel menyerahkan sepenuhnya dalam mengurus izin kepada PSP. “Setelah ini kami akan memproses dari awal dengan meminta izin kepada warga yang terkena dampak pembangunan hotel,” lanjutnya.

Restanto kuasa hukum dari Hotel Brothers mengatakan, dalam awal pembangunan hotel memang memiliki keterbatasan jumlah
personil petugas. Karena itu pihak hotel memborongkan semua proses perizinan kepada PT PSP. Namun demikian dari pihak hotel juga melakukan langkah dengan berusaha meminta izin kepada warga terdekat dan pemerintahan. Bahkan rapat sudah digelar sebanyak tiga kali untuk mengurus pembangunan hotel. “Dari sisi perizinan untuk UKL UPL memang kami akui juga salah seharusnya membangun 4 lantai tapi pelaksanaanya 6 lantai dan semua sudah jadi,” ujar Restanto.

Samsuri GM Hotel Brothers mengatakan meski secara perizinan belum beres, namun pihaknya meminta agar pengelolaan hotel tetap diizinkan untuk dijalankan. Artinya pihak hotel diizinkan untuk beroperasi sambil melengkapi semua perizinan yang berlaku.(Mam)