Kota Yogyakarta

Petugas Gabungan Tertibkan Jukir Nakal Malioboro


Agus Sigit | Selasa, 23 Juli 2013 | 19:55 WIB | Dibaca: 380 | Komentar: 2

Petugas gabungan saat menggelar razia parkir di kawasan Malioboro, Selasa (23/7) sore . (Foto: Ardhi Wahdan)

YOGYA (KRjogja.com) - Kawasan Malioboro menjadi salah satu sasaran razia parkir oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Dinas Ketertiban, Polresta serta Denpom TNI Yogyakarta. Beberapa juru parkir (jukir) nakal atau terbukti melanggar aturan, langsung ditertibkan oleh petugas.

Sedikitnya terdapat tiga jukir yang berhasil ditertibkan. Masing-masing lantaran memberikan layanan parkir di lokasi terlarang, menaikkan tarif parkir serta memarkir kendaraan diluar kapasitas yang diijinkan. "Kami tindak tegas dan langsung dikenai tipiring (tindak pidana ringan) besok Kamis di pengadilan," tandas Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Jhohan Usaha Pinem di sela razia penertiban parkir, Selasa (23/7/2013).

Menurut Jhohan, razia parkir gabungan tersebut akan terus digelar setiap hari hingga 12 Agustus 2013 mendatang. Beberapa titik di Malioboro yang kerap mendapat penertiban, imbuhnya, berada di kawasan Jalan Ketandan dan Jalan Beskalan.

Meski sudah berkali-kali diberikan pembinaan, namun pelanggaran di kedua lokasi parkir itu selalu dilakukan. Pelanggaran tersebut berupa menaikkan tarif parkir serta memaksakan parkir di kawasan jalan. "Tadi pagi kami mendapat keluhan dari warga soal tarif yang tidak sesuai. Setelah kami cek, ternyata benar ada pelanggaran," tandasnya.

Ditambahkannya, selama musim libur lebaran, tidak ada kenaikan tarif parkir. Untuk sepeda motor dipungut Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Jika pengendara mendapat pungutan lebih dari tarif tersebut, maka segera melapor ke petugas.

Penertiban tidak hanya dilakukan bagi jukir saja. Pengendara yang memarkir di lokasi terlarang juga langsung dikenai bukti pelanggaran atau tilang. Terutama yang diparkir di kawasan jalur lambat Malioboro.

Petugas Satlantas Polresta Yogyakarta, Bripka Henis Catur mengimbau agar pengendara cermat dalam memarkir kendaraan. Jika terdapat simbol atau penanda larangan parkir, meskipun ada juru parkir yang menjaga, diminta tidak menggunakan jasa parkir tersebut. Pasalnya, petugas tidak akan segan memberikan tilang kepada pengendara maupun jukirnya. (R-9)