Kulonprogo

Bus Rombongan Pelayat Terguling Di Girimulyo


Agus Sigit | Senin, 22 Juli 2013 | 01:44 WIB | Dibaca: 857 | Komentar: 0

GIRIMULYO (KRjogja.com) - Bus rombongan pelayat warga Pedukuhan Seworan Desa Triharjo Kecamatan Wates terbalik di Pedukuhan Penggung Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo, Minggu (21/7). Kuat dugaan peristiwa tersebut terjadi karena sopir tidak mengenal medan diperparah lagi mobil tidak kuat menanjak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dua belas dari delapan belas penumpang mengalami luka-luka, diantara mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates. Kecelakaan tunggal tersebut mendapat perhatian Wabuk Kulonprogo Drs H Sutedjo dengan menjenguk para korban di rumah sakit.

Salah satu penumpang yang mengalami patah tulang, Eliya (37) menceritakan, dirinya bersama rombongan berniat melayat ke mertua salah satu tetangganya yang meninggal di Pedukuhan Ngesong Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo. "Kami berangkat sekitar pukul 09.00 WIB," katanya.

Selain menumpang bus AB 7221 HC berisi 18 penumpang yang dikemudikan Supriyanto (36), sebagian lainnya naik mobil Elf dan Xenia di belakangnya. "Begitu sampai di tanjakan curam di Pedukuhan Penggung sekitar pukul 10.00 WIB, ternyata bus tidak kuat <I>nanjak<P>," ujarnya.

Bersamaan dengan itu mesin mobil mati, sehingga bus langsung terperosot ke belakang, menabrak pembatas gorong-gorong dan tergelimpang ke kanan melintang di tengah jalan.
Akibat benturan dan bertumpukan, 12 penumpang mengalami luka-luka di bagian kaki, tangan dan kepala. Penumpang yang panik keluar lewat kaca depan bus yang dipecah. Korban luka langsung dievakuasi ke RSUD Wates.

Sementara itu sopir bus, Supriyanto mengaku belum hafal kondisi jalan di lereng perbukitan  Menoreh tersebut. "Baru sekali ini saya lewat dan tidak menyangka kalau bus yang saya kemudian tidak kuat menanjak," tuturnya.

Wabup Sutedjo mengaku prihatin atas kejadian tersebut sekaligus telah berkoordinasi dengan pihak RSUD agar merawat semua korban dengan baik. Terpisah Kapolsek Girimulyo AKP Gito Tri menjelaskan, hingga saat ini petugas masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut. "Kondisi jalan di lokasi kejadian memang menanjak sehingga rawan terjadi kecelakaan," tegasnya. (Rul)