Kampus

Kualitas LPTK Masih Minim


Tomi Sujatmiko | Minggu, 7 Juli 2013 | 20:56 WIB | Dibaca: 872 | Komentar: 0

SOLO (KRjogja.com)- Kualitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia masih minim. Diperkirakan ada 60 persen lembaga pencetak guru yang mutunya belum baik.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso keynote-speaker dalam Seminar Nasional Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (06/07/2013).

Terkait dengan kondisi riil tersebut ia menyatakan akan berupaya fokus untuk membenahi kualitas LPTK. Ini penting untuk mewujudkan keinginan menghasilkan guru yang profesional. Berdasarkan data April 2013, Indonesia terdapat 415 LPTK. Dengan rincian, 12 LPTK berada di bawah naungan eks Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri (IKIP N), kemudian 26 LPTK dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri (FKIP N), 1 dari LPTK FKIP Universitas Terbuka (UT), 376 lainnya LPTK Swasta.

"Data itu belum termasuk LPTK di bawah Kementerian Agama," ujar Djoko Santosa. Dari LPTK swasta ia mengatakan ada yang baik kualitasnya, tapi yang tidak baik banyak. Itulah yang harus dibenahi agar mutunya terus meningkat. Seperti diperlukannya landasan hukum untuk memperkuat jati diri LPTK sebagai institusi yang melaksanakan tugas negara dalam menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas.

Sementara Ketua Forum Komunikasi FKIP Negeri se-Indonesia, Furqon Hidayatullah mengatakan masih banyaknya LPTK yang belum berkualitas, bisa diperbaiki dengan beberapa hal. Perbaiikan itu tidak lepas dengan adanya penguatan kelembagaan mengingat jumlah LPTK semakin banyak. Selain itu memperbaiki pembelajaran dibutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan parasarana yang bagus. (Qom)