Solo

Pemberantasan Terorisme di Indonesia Dipuji PBB


Ivan Aditya | Rabu, 26 Juni 2013 | 21:41 WIB | Dibaca: 450 | Komentar: 0

Ilustrasi. (Foto : Dok)

SOLO (KRjogja.com) - Pemberantasan gerakan terorisme di Indonesia yang menyertakan ulama dan masyarakat mendapat pujian dari negara-negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itulah Indonesia akan dijadikan role model (contoh) bagi dunia dalam pemberantasan terorisme. Hal tersebut ditegaskan Kepala BadanNasional Penanggulangan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Ansyaad Mbai saat diskusi dengan sejumlah jurnalis di Solo, Rabu (26/06/2013).

“Saat Detasemen Khusus (Densus ) Anti Teror 88 berhasil mengungkap pelaku dan dalang dari pemboman Bali masyarakat sangat mendukung, namun sebaliknya saat beredar video seolah-olah penyiksaan oleh petugas, banyak kritikan terhadap Densus dan BNPT,” ujarnya.

Ansyaad Mbai menambahkan, kalau ada orang yang akan menjadikan syariat Islam dimasukkan ke negara, maka dia dapat secara legal dengan masuk partai politik dan berjuang di DPR RI. “Namun kalau ingin memperjuangkan dengan kekerasan dengan melakukan pengeboman, nach itu berhadapan dengan Densus dan BNPT,”ujar Mbai.

Hal itu dibenarkan oleh  Ustadz Abdurachman Ayub yang menilai adanya kelompok atau pelaku terorisme yang menganggap Indonesia adalah negara kafir atau thogut yang layak diperangi. “Pemahaman saya dulu juga begitu, namun setelah merantau ke tanah suci Mekah, pernah hidup di Australia dimana mau adzan atau salat saja harus sembunyi-sembunyi. Saya mensyukuri di Indonesia itu bisa disebut Darul Islam atau negara yang telah melaksanakan ketentuan-ketentuan nilai Islami,” paparnya.

Selain Ansyaad Mbai juga ikut diskusi sebagai panelis, Deputi Pencegahan BNPT Mayjen TNI Agus Surya Bakti, wakil dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat H Amir Tambunan. (Hwa)