Kedu Utara

Mewariskan Cagar Budaya Untuk Generasi Muda


Agus Sigit | Rabu, 19 Juni 2013 | 23:11 WIB | Dibaca: 296 | Komentar: 0

Seminar seabad purbakala Indonesia. Foto: Bagyo H)

MUNGKID (KRjogja.com) – Harkat suatu masyarakat begitu ditentukan oleh budayanya sendiri. Karena itu, budaya akan tumbuh dan berkembang apabila didukung oleh masyarakatnya. Dalam kaitan ini, masyarakat adalah ‘ahli waris’ yang sekaligus sebagai pelaku menuju terciptanya situasi yang disebut ‘sadar budaya’.

“Sejauh ini, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan keberadaan dan keberlangsungan budaya itu. Karena itu, salah satu upaya strategis adalah menempatkan pendidikan sebagai proses pembudayaan masyarakat,” kata Suminto A Sayuti, salah satu nara sumber pada seminar seabad purbakala Indonesia di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB) Rabu (19/6).

Sementara Tjahjono Prasodjo, pembicara lain dari UGM menyoal tentang partisipasi masyarakat dalam pelestarian cagar budaya. Namun ia menegaskan, jika kesuksesan pelibatan masyarakat disuatu tempat, belum tentu cocok apabila diterapkan ditempat lain. “Semua itu tergantung pada pengembangan arkeologi ditiap-tiap daerah serta kondisi social, budaya, ekonomi dan politik suatu tempat,” tegasnya. (Bag)