Banyumas

Terus Didesak, Renovasi Pasar Sokaraja Usai Lebaran


Danar Widiyanto | Senin, 17 Juni 2013 | 14:59 WIB | Dibaca: 416 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto: Doc)

BANYUMAS (KRjogja.com) - Meski sebelumnya sudah saling bersepakat, tetapi karena ternyata kondisi 'bedeng' sementara di lokasi relokasi pasar tidak juga diperluas dan atap masih bocor, maka para pedagang Pasar Sokaraja, Banyumas yang tergabung dalam Komunitas Pasar Sokaraja kembali menolak pindah. Mereka mau pindah ke tempat relokasi asal setelah Lebaran Idul Fitri atau awal Agustus 2013.

Ketua Komunitas Pasar Sokaraja, Tino Andriyanto Senin (17/06/2013), mengatakan, pihaknya akan terus menuntut agar Pemkab Banyumas menyediakan tempat penampungan sementara yang layak dan nyaman untuk mengadakan jual beli. "Jika hal itu tidak dipenuhi ya kami nggak mau pindah sampai pasca Lebaran Idul Fitri nanti," tuturnya.

Disebutkan, kondisi penampungan sementara ini sangat sempit dan bocor. "Kami meminta ukuran los sementara harus ditambahkan, sebab luas tempat relokasi 900 m2 untuk 900 pedagang maka bedeng sementara bagi tiap pedagang 1 meter. Ini namanya penyiksaan. Ini sangat tidak layak untuk area jual beli," kata Tino Andriyanto.

Tak hanya itu, pedagang juga menuntut agar renovasi pasar sokaraja dilakukan usai lebaran. Ini mempertimbangkan ditakutkan pelanggan tidak akan mengetahui lokasi los mereka. Secara tegas pedagang juga menolak keberadaan ruko/kios di depan pasar. Bahkan mereka meminta kesepakatan secara tertulis bahwa kios tidak akan dibangun untuk tahap selanjutnya. "Kami perlu kesepakatan. Karena bisa jadi pada tahap I tidak dibangun. Namun, bisa jadi dibangun di tahap ke II. Jika pun ada kami ingin tahu peruntukkannya untuk siapa," imbuhnya, yang mengaku was-was jika ini terjadi maka nasib pasar Sokaraja bisa menjadi tragedi pasar wage Purwokerto jilid II.

Menanggapi soal ini, Kepala Bidang Pasar dan PKL Diperindagkop Banyumas, Djoko Setyono mengatakan pemindahan pedagang ke tempat penampungan sementara tidak bisa ditunda usai lebaran. Katanya, pembangunan pasar sokaraja harus segera dilaksanakan karena menyesuaikan peraturan yang ada. Untuk ini, pedagang harus dipindah ke bedeng sementara paling lambat 20 Juni. "Tapi kita akan bicarakan dengan DPPKAD barangkali ada toleransi waktu hingga 25 Juni. Ini sejalan dengan finalisasi nama untuk penempatan," jelasnya.

Sementara untuk kondisi bedeng saat ini sedang dalam proses perbaikan. Namun, keterbatasan lahan membuat ukuran bedeng tidak bisa memenuhi tuntutan pedagang. Namun, ia memastikan tidak ada zonasi menurut jenis dagangan di pasar sokaraja baru. Nantinya, hanya ada dua zonasi, yakni zona basah dan kering. 

Begitu pula untuk zona di bedeng sementara akan ditempatkan sesuai SPP semula. "Untuk renovasi dan pembangunan yang dilakukan secara bertahap, tidak mungkin dilakukan. Rehab sekali jalan, tidak bertahap. Ini untuk menghindari  gesekan antar pedagang," imbuhnya. Begitu pula dengan kesepakatan tidak bakal ada pembangunan ruko di depan pasar seperti yang diminta para pedagang, masih perlu dirembuk lagi.(Ero)