Kota Yogyakarta

Rescue Tabah, Buruh Yang Berjiwa Sosial Tinggi


Agus Sigit | Sabtu, 15 Juni 2013 | 16:25 WIB | Dibaca: 265 | Komentar: 0

Beberapa pengurus Rescue Tabah saat melakukan rapat koordinasi di Embung Sukunan Banyuraden Gamping. Foto : Aditya Kurniawan

TIM SAR 'Rescue Tabah' (Tanggap Musibah) memang belum genap berusia satu tahun, namun kiprah organisasi ini sudah terkenal khususnya wilayah DIY dan Jateng. Berdiri pada 9 Juli 2012, mempunyai visi yakni loyalitas tanpa batas untuk menyelamatkan sesama dari musibah. Dan misinya untuk menolong sesama tanpa pamrih serta menumbuhkan sikap kemandirian dengan jiwa sosial.

"Kami memang secara khusus bergerak dibidang pencarian dan penyelamatan atau sering disebut SAR (Search and Rescue). Sama dengan komunitas atau organisasi lain, kami selalu siap jika dimintai bantuan. Atau malah jika kami sendiri melihat langsung suatu kejadian atau musibah, maka saat itu juga kami siap untuk menanggapinya. Itu karena Rescue Tabah dipersiapkan sebagai SAR," terang Ketua I Rescue Tabah, Edi Kristianto.

Edi menjelaskan, jumlah anggotanya yang tersebar diseluruh wilayah DIY mencapai 72 orang. Namun kebanyakan mereka berasal dari Sleman dan Kota Yogya. Pekerjaannya pun juga bervariasi, ada yang dari Satpam, wiraswasta, tukang las atau bisa dikatakan mayoritas anggotanya bekerja sebagai buruh.

"Kami tidak terikat oleh waktu, dan kami bebas. Sehingga kami juga ingin menunjukkan bahwa seorang buruh pun juga mampu untuk memberikan sesuatu yang lebih berharga selain memberikan materi. Kami membantu dan menyelamatkan sesama dengan ikhlas, bagi kami itu sudah sesuatu yang tidak ternilai harganya," katanya.

Untuk sekretariat Rescue Tabah, berada di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7 Gg Punokawan No 1 Panggungsari, Sariharjo, Ngaglik Sleman.

Wahyu Kristanto, Ketua II Rescue Tabah menambahkan, beberapa kegiatan rutin bulanan Rescue Tabah antara lain sebulan sekali mengadakan pertemuan rutin, dan melakukan latihan sebulan dua kali. Latihan itu berupa latihan Water Rescue dan kegiatan di alam atau gunung. Disitu juga ada tim inti sebanyak 12 orang yang mempunyai skill lebih untuk penyelamatan darurat dan yang tersulit seperti kecelakaan di gunung. Atau ada juga 22 orang yang bertugas saat melakukan penyisiran sungai.

Sedangkan untuk pemasukan Kas Rescue Tabah, setiap pertemuan rutin diadakan iuran wajib minimal Rp 5.000. Uang itu nantinya akan digunakan untuk pembelian peralatan tambahan, dana sosial, Kas dan respon dilapangan. Kebanyakan usia anggota Rescue tabah diatas 25 tahun. "Kami juga punya didikan muda dari SMP dan SMA yang biasanya mereka ikut kegiatan pramuka, kami juga ajarkan materi SAR pada mereka," katanya.

Dijelaskan pula, arti dari nama Rescue Tabah karena berdasarkan pengalaman keseharian mereka saat menolong sesama, karena organisasi itu mandiri atau non profit, jadi mereka selalu nombok untuk keperluan SAR. "Kami sendiri sering nombok untuk keperluan organisasi ini, saat kami mencari nama organisasi, kami sering bilang tabah dan tabah. Maka secara tidak disengaja kami memberikan nama yang pas yaitu Rescue Tabah atau Tanggap Musibah," jelas Wahyu. (*-1)