Kota Yogyakarta

10 Tim Ikut Kompetisi Mobil Listrik Indonesia di UGM


Agus Sigit | Sabtu, 8 Juni 2013 | 23:12 WIB | Dibaca: 619 | Komentar: 0

Salah satu peserta mobil listrik. (Foto: Adhisupo)

YOGYA (KRjogja.com) – Selama 2 hari, 8-9 Juni 2013, sebanyak 12 tim dari 10 perguruan tinggi mengikuti Indonesia Electric Vehicle Competition (IEVC) atau Kompetisi Mobil Listrik Indonesia di UGM. Kegiatan yang diprakarsai Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) UGM ini digelar di Boulevard UGM. Selain kompetisi mobil listrik juga di gelar Thermal Mechanical� Expo & Carnival 2013 menampilkan pameran teknologi diikuti berbagai komunitas.

Ke-10 PT tersebut UGM, UNY, Universitas Pasundan, Unram, UNJ, UMY, Politeknik Negeri Bandung, Politenik Negeri Semarang, Universitas Bangka Belitung dan STTNas Yogyakarta. Menurut Ketua Pelaksana IEVC 2013 Benjamin Bima, Sabtu (8/6) kompetisi meliputi dua kategori drag rice dan time attack rice. Mobil listrik yang dikompetisikan umumnya berbentuk seperti mobil formula.

Penyelenggaraan dua tahun lalu berbeda dengan sekarang, karena tahun lalu ditonjolkan pada ‘irit-irita’, sekarang lebih pada performen. Jadi yang dilombakan tidak hanya pada desain dan kemampuan daya tahan energy listrik yang dihasilkan, tetapi juga tingkat kecepatan pada akselerasi mobil," kata Benjamin ditemui pada sela-sela perlombaan, Sabtu (8/6).

Mobil listrik yang lolos melalui uji spesifikasi kendaraan, uji kemampuan daya tahan listrik dan uji kecepatan Hanya mobil listrik yang lolos uji spesifikasi yang bisa mengikuti drag race dan time attack. Selain desain, beberapa spesifikasi mobil listrik yang diuji yakni spek ban, lebar kendaraan, sistem kelistrikan, ruang kemudi, sekering, ada atau tidaknya sistem pengisian daya.

Selanjutnya, sistem suspensi, lampu rem, diameter velg, roll bar dan radius putaran maksimum Lebar kendaraan tidak boleh kurang 150 cm dan diameter velg 13-17 inch. “Untuk menguji kemampuan daya tahan kendaraan, dewan juri mengukur endurance kendaraan apakah bertahan melewati lintasan sebanyak 10 lap dalam waktu sepuluh menit,” kata Koordinatir Lomba Ahmad zaihni.

“Kita ingin mengukur ketahanan aki dalam menyelesaikan 10 lap. Kendaraan harus cepat tapi juga irit,” ungkapnya.

Menurutnya, perlombaan IEVC dimaksudkan untuk meningkatkan antusiasme mahasiswa dalam pengembangan mobil listrik. Selain untuk mempertemukan para mahasiswa pecinta mobil listrik. Yudistira Rizky Abdurrahman dari Tim Mandalika mengaku, keikutsertaannya bersama 11 anggota untuk menimba pengalaman, menambah pengetahuan, penguasaan teknologi mobil listrik. (Asp)