Kota Yogyakarta

Bulog DIY Sulit Lakukan Desentralisasi Raskin


Tomi Sujatmiko | Senin, 3 Juni 2013 | 17:52 WIB | Dibaca: 273 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto : Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) DIY membutuhkan kesiapan segala aspek dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terkait wacana desentralisasi pengelolaan dan penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin). Selama ini pengelolaan raskin sepenuhnya diatur oleh Pemerintah Pusat dan Bulog hanya menyediakan beras.

Demikian ditegaskan Kepala Perum Bulog Divre DIY, Darsono Imam Yowono kepada KR, Senin (3/6). Pihaknya juga membatah perihal tidak menyerap beras dari petani DIY karena mayoritas beras diambilnya dari 24 mitra Bulog DIY sampai saat ini. Apabila ada kekurangan penyerapan beras dari DIY, baru diambilkan dari luar DIY antara lain dari Jawa Timur.

"Silahkan jika akan melakukan desentralisasi raskin. Sebab raskin bukan program Bulog melainkan program pemerintah pusat. Kami hanya menyediakan barangnya, masalah distribusi sepenuhnya menjadi urusan Pemda DIY melalui tingkat kabupaten/kota-nya. Namun apakah sudah siap jika ingin otomomi raskin dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi nantinya," papar Darsono.

Darsono mengungkapkan kesiapan daerah yang diperlukan untuk desentralisasi raskin antara lain sumber dana melalui APBD yang setidaknya butuh Rp 600 miliar, gudang tempat penyimpanan beras, kesiapan pelaksanaan atau sumber daya manusianya. " Apabila daerah mampu menyediakan itu semua secara konsisten, tentunya desentralisasi raskin bisa dilakukan kalau tidak akan sangat sulit." (*-24)